Kembangkan Bisnis, Adhi Karya Bikin Anak Usaha Baru - Topang Bisnis Utama

NERACA

Jakarta - Sukses menggarap bisnis properti, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) kembali membentuk dua anak perusahaan baru untuk menopang kinerja perseroan. Anak perusahaan baru yang dibentuknya tersebut akan menjalani bisnis di bidang usaha kontraktor spesialis gedung bertingkat tinggi, dan industri beton pracetak.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk, Amrozi Hamidi dalam keterangan resminya di Jakarta, pekan kemarin. Disebutkan, perseroan secara resmi membentuk dua anak usaha, PT Adhi Persada Gedung dan PT Adhi Persada Beton. PT Adhi Persada Gedung, bergerak di bidang usaha kontraktor spesialis gedung bertingkat tinggi yang dibentuk dengan modal dasar dan disetor masing-masing sebesar Rp 200 miliar dan Rp 50 miliar.

Adapun kepemilikan saham perseroan dalam perusahaan ini mencapai 99% dan Koperasi Adhi Sejahtera sebesar 1%. Sementara itu, PT Adhi Persada Beton bergerak di usaha industri beton pra cetak dengan modal dasar dan disetor masing-masing sebesar Rp240 miliar dan Rp 60 miliar. Dalam perusahaan ini pun, komposisi saham PT Adhi Karya Tbk sebesar 99% dan Koperasi Jasa Adhi Sejahtera sebesar 1%.

Diketahui, emiten konstruksi plat merah ini tengah agresif mengembangkan bisnisnya di bidang properti. Melaui anak usahanya, PT Adhi Persada Properti akan menggarap sejumlah proyek properti hingga tiga tahun ke depan. “Pengembangan properti itu juga salah satu jurus memperbesar pendapatan berkesinambungan (recurring income) perseroan.” kata Direktur Utama PT Adhi Persada Properti, Ipuk Nimpuno.

Sejumlah proyek properti yang dikembangkan APP, menurut dia, mencakup hunian tapak, hunian vertikal, perkantoran, mal, hingga ruang komersial. Pendanaan untuk pengembangan bisnis ini sendiri berasal dari obligasi induk usaha, Adhi Karya, dan pinjaman bank oleh perusahaan. Selain itu, dana tersebut juga akan dipenuhi dari hasil pre-sales proyek yang ditawarkan, yang berkisar 45-50% dari setiap proyek. Termasuk dana dari kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pembiayaan properti (KPP).

Pihaknya pun optimistis, pengembangan proyek akan tetap dilakukan pada 2013-2016. Bahkan untuk tahun 2014 diakui akan banyak pengembangan kawasan baru. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan sumber pendapatan yang pasti dan berkelanjutan. Rencananya, sejumlah proyek yang akan dikembangkan perseroan akan dilakukan secara bertahap sesuai proses perizinan masing-masing proyek.

Untuk proyek Grand Dhika Mansion Pejaten misalnya, dibangun mulai awal 2014 dan ditargetkan selesai pada akhir 2015. Selain itu, APP juga mengembangkan proyek Grand Dhika City di Bekasi, Taman Melati Keputih (Surabaya), Jatinangor Apartemen (Bandung), Apartemen Grand Taman Melati Margonda (Depok), dan Apartemen Yogyakarta (Yogyakarta).

Manajemen perseroan pun optimistis dapat mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp14,7 triliun dan laba bersih mencapai Rp570,6 miliar. Apalagi dengan adanya beberapa proyek pengembangan properti yang dilakukan anak usaha perseroan. Target tersebut didorong oleh pertumbuhan lini bisnis perseroan yang terus meningkat kontribusinya. “Dari target laba bersih perseroan, 50% berasal dari lini bisnis properti dan real estate.” jelas Amrozi.

Saat ini, sambung dia, pihaknya berada pada tahap peningkatan kinerja usaha melalui anak perusahaan, seperti Adhi Persada Realti (APR) dan Adhi Persada Properti (APP). Proyeksinya, dari target laba bersih sebesar Rp402,2 miliar di tahun ini pun, sekitar 50% akan berasal dari properti dan real estate. “Di tahun 2013, APR menargetkan kontrak sebesar Rp298,8 miliar, dengan kontribusi pendapatan usaha dan laba bersih masing-masing sebesar Rp229,6 miliar dan Rp74,6 miliar.” jelasnya. (lia)

Related posts