Panin Insurance Jual Obligasi Ke Anak Usaha

PT Panin Insurance Tbk (PNIN) telah menjual obligasi ke anak usahanya yakni PT Asuransi Umum Panin senilai Rp148 miliar. Penjualan aset keuangan yang berupa obligasi dengan transaksi afiliasi ini dilakukan perseroan pada 10 Desember 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (12/12).

Disebutkan, beberapa obligasi yang dijual perseroan ke PT Asuransi Umum Panin, di antaranya: Obligasi Bank Mayapada Sub III tahun 2013 yang jatuh tempo pada 5 Juli 2020, obligasi Bank Victoria Sub III tahun 2013 yang jatuh tempo pada 27 Juni 2020, dan obligasi PT Panorama Transportasi I tahun 2012 yang jatuh tempo pada 16 Mei 2015.

Sebagai informasi, PT Panin Insurance Tbk memiliki anak usaha antara lain PT Asuransi Umum Panin sebesar 99,9%, PT Panin Financial Tbk sebesar 57,02%, PT Panin Geninholdco sebesar 99,9%, dan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk sebesar 30%.

PT Panin Insurance Tbk (PNIN) telah melakukan perubahan kegiatan usaha utama dari kegiatan usaha asuransi kerugian menjadi kegiatan usaha di bidang pariwisata. Perubahan kegiatan usaha utama ini akan dilakukan dengan mengalihkan kegiatan usaha asuransi kerugian dan mengalihkan seluruh aset dan liabilitas yang terkait dengan kegiatan usaha tersebut kepada anak perusahaan yaitu PT Asuransi Umum Panin. Anak usaha perseroan ini yang akan menjalankan kegiatan asuransi kerugian. Perseroan memiliki sekitar 99,9% saham di PT Asuransi Umum Panin.Oleh karena itu, posisi keuangan dengan dilakukan perubahan kegiatan usaha tidak akan mengalami perubahan secara signifikan. (bani)

BERITA TERKAIT

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

PUB Obligasi BRI Meleset dari Target - Mempertimbangkan Sisa Waktu

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan kondisi pasar yang tidak bakal menyerap seluruh obligasi, PT Bank BRI (BBRI) menyatakan telah menghentikan kegiatan…

Kadin Berharap Pemerintah Susun Regulasi Lebih Pro Dunia Usaha - Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia berharap pemerintah membuat kebijakan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan pro dunia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…