Eksplorasi Tambang Antam Capai Rp 13,5 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengucurkan dana sebesar Rp13,5 miliar untuk kegiatan eksplorasi komoditas emas, nikel dan bauksit pada November 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (12/12). Sebagai informasi, perseroan melakukan aktivitas eksplorasi emas di Pongkor dan Papandayan, Jawa Barat. Cibaliung, Banten. Batulicin, Jambi dan Air Niru, Bengkulu dengan biaya sebesar Rp8,7 miliar.

Disebutkan, eksplorasi nikel pada November 2013 dilakukan di daerah Buli, Maluku Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Di Buli, Maluku Utara, perseroan melakukan pemetaan geologi semi detail, sampel permukaan, pengukuran grid, pemboran, core logging, percontoan core, petrogra7, XRD, pengukuran MC dan SG, serta preparasi. Dengan biaya Rp3,7 miliar.

Sementara, untuk eksplorasi bauksit di wilayah Tayan dan Munggu Pasir, Kalimantan Barat yang terdiri atas pemetaan geologi detail, pengukuran grid, pengukuran MC dan SG crude, pengukuran topogra7, test pitting, test pit logging, percontoan test pit, petmin dan XRD, serta preparasi dengan total biaya eksplorasi bauksit selama bulan November 2013 mencapai Rp1,1 miliar.

Perseroan juga meningkatkan penjualan emas secara ritel dengan membuka Butik Emas Logam Mulia di Makasar, Sulawesi Selatan. Menurut Sekretaris Perusahaan PT Aneka tambang Tbk tri Hartono, butik ini akan melengkapi penjualan emas retail perseroan di Makassar.“Selama ini penjualan ritel hanya dilayani counter penjualan di Jalan Dr. Sam Ratulangi No.60, Makassar. Tetapi dengan adanya butik ini akan menambah pelayanan untuk pembelian emas ritel”, kata dia.

Keberadaan Butik Makasar ini kian meramaikan jumlah butik milik perseroan. Sebelumnya, perseroan sudah mempunyai tiga butik emas yang berada di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Dia juga menyebutkan bahwa keberadaan butik emas akan mendukung strategi ekspansi emas ke konsumen retail sekaligus lebih baik.“Selain itu, dengan keberadaan butik ini juga membuat perseroan lebih dekat lagi dalam melayani kebutuhan konsumen emas”,paparnya.

Perseroan juga telah menandatangani kontrak Engineering, Procurement and Construction (EPC) pembangunan Oxygen Plant No. 5 dengan unincorporated consorsium Daesung Industrial Gases Co. Ltd. Korea dan PT Koin Konstruksi Indonesia. Nilai kontrak EPC Oxygen Plant No. 5 adalah sebesar US$11 juta dengan perkiraan penyelesaian konstruksi pada semester pertama tahun 2015. Pendanaan Oxygen Plant No. 5 berasal dari obligasi korporasi yang diterbitkan pada tahun 2011 yang lalu. (nurul)

Related posts