KIDP Ajukan Uji Materi ke MK - Batalkan Akuisisi Indosiar

Koalisi Independen untuk Demokratisasi Penyiaran (KIDP) mengajukan permohonan pengujian Undang-Undang (UU) Penyiaran ke Mahkamah Konstitusi (MK), terkait rencana akuisisi Indosiar oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), yang juga memiliki SCTV dan O Channel.

Pengujian itu dilakukan karena beberapa pihak, termasuk pemerintah dan industri pertelevisian seringkali mengatakan, peraturan perundang-undangan bidang penyiaran multifatsir.

Selain mengajukan uji materi, KIDP juga mengirim surat terbuka kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menggugat secara hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), yang dengan sengaja melakukan pelanggaran UU Penyiaran.

Koordinator KIDP Eko Maryadi dalam jumpa pers di Kantor LBH Pers di Kalibata, Jakarta Timur, Selasa, mengatakan, filosofi UU No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran sangat tegas dan tidak ada multitafsir di dalamnya. "Upaya ini adalah untuk memperkuat kepastian hukum, sehingga tidak ada satu pihak pun yang di kemudian hari melakukan kembali pelanggaran UU dengan menggunakan alasan bahwa UU Penyiaran ini multitafsir," katanya.

Menurut Eko Maryadi, UU Penyiaran tidak multitafsir. UU itu melarang seseorang atau badan hukum memiliki dan menguasai lebih dari satu lembaga penyiaran swasta di satu daerah. UU Penyiaran juga melarang pemindatanganan izin penyelenggaraan siaran, dalam arti dijual atau dialihkan kepada badan hukum lainnya. "Sanksi terhadap pelanggaran itu adalah pidana penjara dua sampai 5 tahun, dan denda Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar, serta pencabutan izin penyiaran," katanya.

Mantan Ketua Pansus UU Penyiaran, Paulus Widyanto mengatakan, gugatan hukum ke Kominfo dan Bapepam-LK dibuat karena kedua lembaga itu telah melakukan pembiaran pelanggaran UU Penyiaran terjadi. "Negara seolah-olah lawless, membiarkan dan bahkan sengaja menabrak UU dan ini adalah persoalan besar yang harus terus digugat," katanya.

Paulus melihat, pelanggaran UU Penyiaran dengan ngototnya Bapepam-LK mengeluarkan izin akuisisi Indosiar tidak terlepas dari kepentingan politik dan kapital menjelang Pemilu 2014. "Kecenderungan ini mengarah pada Pemilu 2014. UU Penyiaran dipakai untuk kepentingan politik dan kapital, dan ini sangat berbahaya untuk publik dan demokratisasi," katanya.

Anggota tim hukum KIDP Anggara menambahkan, lolosnya akuisisi Indosiar oleh PT EMTK adalah wujud ketidaktegasan pemerintah melaksanakan kewajibannya mengimplementasikan UU Penyiaran. "Bapepam-LK harus taat kepada semua UU ketika memutuskan mengakuisisi sebuah perusahaan penyiaran, bukan cuma UU Pasar Modal. Kalau Bapepam-LK tak tahu banyak soal UU Penyiaran, rekomendasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus ditaati," katanya.

Jika pemerintah, dalam hal ini Kominfo dan Bapepam-LK tidak mau melaksanakan UU Penyiaran, pihaknya akan melayangkan gugatan perdata dan pidana sekaligus. "Kami akan menggugat dan selama proses ini berlangsung, berbagai kegiatan akusisi dihentikan atau dibatalkan," katanya.

BERITA TERKAIT

Kioson Bidik Revenue Tumbuh 1.900% - Rampungkan Akuisisi Narindo

NERACA Jakarta - Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) akhirnya merampungkan akuisisi PT…

MK Tidak Dapat Menerima Uji Materi UU MD3

MK Tidak Dapat Menerima Uji Materi UU MD3 NERACA Jakarta - Amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak dapat menerima…

Uji Kualitas Udara Secara Real Time, Edimax Fokus Jual AirBox

  NERACA   Jakarta – Menurut data World Health Organization (WHO) setidaknya ada 3 juta orang yang meninggal dunia akibat…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), untuk kali kedua akan menyelenggarakan…

Tersangka Swasta Kasus Helikopter AW-101 Ajukan Praperadilan

Tersangka Swasta Kasus Helikopter AW-101 Ajukan Praperadilan NERACA Jakarta - Direktur PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh yang merupakan…

KPK Apresiasi Pemkot Medan Fasilitasi Workshop

KPK Apresiasi Pemkot Medan Fasilitasi Workshop NERACA Medan - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara,…