Pelemahan IHSG Di Akhir Pekan Belum Beranjak

NERACA

Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan acuan suku bunga bank (BI Rate) di level 7,5%, rupanya masih direspon negatif pasar bursa. Alhasil, pelaku pasar makin marak melakukan aksi jual dan memicu indeks makin terkoreksi. Tercatat indeks di Bursa Efek Indonesia sama sekali tidak menyentuh jalur hijau sejak pembukaan perdagangan hingga penutupan perdagangan.

Analis Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio mengatakan bahwa tercapainya kesepakatan besaran anggaran serta konsensus produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal empat 2013 yang diprediksikan naik menjadi 2,5% dapat dijadikan acuan the Fed untuk pengurangan stimulus keuangan pada awal tahun 2014,”Kondisi itu menekan bursa saham 'emerging market' termasuk IHSG BEI, meski Bank Indonesia telah menetapkan suku bunga acuan (BI rate) pada Desember 2013 tetap di posisi 7,5%," ujar dia di Jakarta, Kamis (12/12).

Dia menambahkan, sentimen negatif bagi indeks BEI juga datang dari nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp12.000 per dolar AS. Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan bergerak cenderung terkoreksi di kisaran 4.190-4.240.

Mengakhiri perdagangan saham di BEI Kamis kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 59,525 poin (1,39%) ke level 4.212,218. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 13,785 poin (1,93%) ke level 700,241. Perdagangan kemarin, asing terpantau cukup banyak lakukan aksi jual. Transaksi investor asing hingga sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 435,1 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.070 kali pada volume 4,149 miliar lembar saham senilai Rp 4,347 triliun. Sebanyak 84 saham naik, sisanya 153 saham turun, dan 105 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih kompak berjalan di zona merah hingga siang hari ini. Bursa saham Jepang memimpin pelemahan dengan koreksi lebih dari satu persen.

Bursa Singapura jadi satu-satunya pasar modal yang berhasil menguat di Asia. Bursa-bursa regional lainnya masih terjebak di zona merah sampai penutupan perdagangan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Warran Solusi Tunas (SUPR-W) naik Rp 700 ke Rp 2.600, Lippo Insurance (LGPI) naik Rp 225 ke Rp 3.275, Renuka (SQMI) naik Rp 180 ke Rp 1.340, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 150 ke Rp 6.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 1.550 ke Rp 23.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.400 ke Rp 40.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 27.800, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 18.850.

Perdagangan sesi pertama, IHSG anjlok 47,535 poin (1,11%) ke level 4.224,208. Sementara Indeks LQ45 jatuh 10,837 poin (1,52%) ke level 703,189. Aksi ambil untung terjadi di seluruh sektor industri di lantai bursa, tak satu pun yang mampu menguat. Saham-saham unggulan dan lapis dua kena koreksi cukup dalam.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 57.511 kali pada volume 1,945 miliar lembar saham senilai Rp 2,084 triliun. Sebanyak 53 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 101 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih kompak berjalan di zona merah hingga sesi pertama. Bursa saham Jepang memimpin pelemahan dengan koreksi lebih dari satu persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Warran Solusi Tunas (SUPR-W) naik Rp 700 ke Rp 2.600, AKR (AKRA) naik Rp 150 ke Rp 4.850, MNC Sky (MSKY) naik Rp 50 ke Rp 2.250, dan Enseval (EPMT) naik Rp 50 ke Rp 3.875. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 40.250, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 27.850, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 19.000, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 19.100.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 35,13 poin atau 0,92% ke posisi 4.232,62 , sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 9,18 poin (1,17%) ke level 705,66,”Bursa Asia diawal perdagangan, termasuk IHSG BEI turut dibuka melemah signifikan sekitar satu persen memfaktorkan ekspektasi 'tapering off' the Fed akan dilakukan dalam waktu dekat," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia mengemukakan bahwa pengurangan stimulus the Fed dalam waktu dekat semakin kuat setelah tercapainya kesepakatan anggaran AS. Perwakilan Senat dan Kongress AS telah menyepakati besaran anggaran AS untuk dua tahun ke depan sehingga untuk sementara menghilangkan potensi "fiscal cliff" dan "government shutdown" AS.

Dari dalam negeri, lanjut dia, pelaku pasar juga sedang mengantisipasi rilis tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang diperkirakan dipertahankan di level 7,5%. Sementara itu, tim analis teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa secara teknikal IHSG kembali akan akan bergerak di kisaran 4.244-4.300 poin pada Kamis ini.

Dipaparkan, tren rupiah yang masih cenderung negatif terhadap dolar AS masih menjadi pemberat bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di BEI. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 62,99 poin (0,27%) ke level 23.275,25, indeks Nikkei-225 turun 242,89 poin (1,57%) ke level 15.272,61 dan Straits Times melemah 14,97 poin (0,49%) ke posisi 3.045,17. (bani)

BERITA TERKAIT

Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata - Oleh ; Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Beberapa waktu lalu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi kwartal III 2018 tumbuh 5,17%. Data itu juga menyebutkan kontribusi terbesar…

Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun - Strategi Hilirisasi

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…

Mewaspadai Inflasi Di Akhir Tahun

      NERACA   Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai ancaman…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…