Penyertaan Modal Pemda NTT di Flobamor Rp1,5 Miliar

NERACA

Kupang -Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur, Nelson Matara mengatakan, penyertaan modal pemerintah daerah terhadap PT Flobamor pada tahun anggaran 2012 senilai Rp1,5 miliar.Modal yang disertakan Pemerintah NTT itulah, yang sedang diaudit penggunaannya oleh Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) RI, kata Nelson Matara, di Kupang, NTT, Rabu (11/12) terkait berapa penyertaan modal untuk perusahan daerah itu selama 2012, sehingga harus meminta BPK melakukan audit.

Permintaan audit pemanfaatan dana itu, dilakukan karena ada usulan dari Pemerintah NTT dalam pembahasan APBD NTT 2014, untuk memberikan penyertaan modal kepada perusahan daerah itu sebesar Rp4 miliar.Menurut Matara, sejumlah fraksi di DPRD NTT menolak usulan penyertaan modal oleh pemerintah, bahkan ada fraksi yang meminta pemerintah untuk membubarkan perusahan daerah itu dan membentuk perusahan daerah baru.

"Tetapi sejauh ini belum ada keputusan, apakah diperlukan penyertaan modal untuk PT Flobamor atau tidak. Masih berproses," katanya.Salah satu Komisaris PT Flobamor Nimus Sori Wutun, dalam keterangan terpisah mengatakan proses audit yang dilakukan BPK terhadap pengelolaan dana penyertaan modal sudah selesai dilakukan.

Hanya saja, dia menolak untuk menjelaskan rekomendasi BPK atas pengelolaan dana yang bersumber dari APBD NTT itu.Sori Wutun menambahkan, saat ini manajemen telah mengundang auditor independen untuk melakukan audit keuangan dari perusahan itu.

Audit ini penting dilakukan untuk perbaikan kinerja perusahan ke depan, kata mantan anggota DPRD Kota Kupang itu.Artinya, audit sudah dilakukan dan PT Flobamor tetap berharap agar keputusan DPRD dalam kaitan dengan usulan penyertaan modal, mengedepankan kepentingan rakyat NTT. [ant]

BERITA TERKAIT

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…

ARNA Bukukan Penjualan Rp 561,23 Miliar

Di kuartal pertama tahun ini, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) membukukan penjualan bersih sebesar Rp561,23 miliar atau naik 13,44% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kementerian Ragu Gunakan Anggaran, Alihkan Saja ke PUPR

NERACABogor - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani mengalihkan anggaran kementerian, yang masih ragu ke Kementerian Pekerjaan Umum…

Defisit APBN Capai Rp102 Triliun

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN hingga 31 Maret 2019 mencapai Rp102 triliun atau 0,63…

Pemerintah Bakal Naikkan Iuran - Tekan Defisit BPJS Kesehatan

      NERACA   Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tengah mengkaji kenaikan iuran…