SMF-BJB Syariah Kerja Sama Refinancing

NERACA

Jakarta - Untuk meningkatkan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) berbasis syariah, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) bersama PT Bank Jabar Banten (BJB) Syariah menandatangani nota kesepahaman dan kerja sama pembiayaan refinancing KPR sebesar Rp13 miliar dalam bentuk pembiyaan Mudharabah dalam jangka waktu lima tahun.

Direktur Utama SMF, Rahardjo Adisusanto menjelaskan, kerjasama ini merupakan langkah awal perseroan untuk selalu mendukung perkembangan produk pembiayaan syariah. “Sebelumnya terjadi kenaikkan harga BBM bersubsidi, inflasi, kenaikkan BI rate dan belum lagi kondisi ekonomi global yang menjadi tantangan bagi kami, tapi industri perbankan syariah tumbuh signifikan di Indonesia maka harus didukung,” kata Rahardjo di Jakarta, Rabu (11/12)

Lebih lanjut, Rahardjo mengatakan hingga saat ini masih banyak perbankan syariah yang menyalurkan pembiayaan dengan akad murabahah atau jual beli sebagai akad pembiayaan hunian syariah. Menurut dia, dengan program SMF ini, kedepannya tagihan atas KPR syariah bisa di sekuritisasi.

“Sehingga ini diharapkan melalui kerjasama refinancing ini prbankan syariah mulai tergerak menggunakan akad musyarakah mutanaqisah sebagai alternative pembiayaan hunian syariah,” tambah Rahardjo.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BJB Syariah, A Riawan Amin juga mengungkapkan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan KPR syariah dengan menggunakan dana jangka panjang, serta mendorong pertumbuhan portofolio pembiayaan pemilikan rumah.

“Berapapun jumlah awal kerjasamanya, yang penting akhir dari jumlah kerjasamanya, BJB syariah mulai berdisi 2010 lalu, kami harap kerjasama ini bisa menjadi langkah awal kami,” jelas dia. Meskipun pemain baru dalam industri perbankan syariah, BJB syariah hingga Oktober 2013 berhasil mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) 9,42% menjadi Rp5,13 triliun.

Sementara itu, Rahardjo mengatakan dengan adanya kerjasama tersebut, hingga saat ini SMF telah melakukan refinancing pembiayaan hunian syariah kepada 6 bank syariah. Hingga Desember 2013 mencapai sekitar Rp2,229 miliar, yang kesemuanya disalurkan untuk KPR syariah dengan plafon hingga Rp500 juta. Ini artinya SMF telah memprioritaskan kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, sehingga pada akhirnya memungkinkan kepemilikan rumah menjadi terjangkau untuk rakyat Indonesia. “Sedangkan untuk penyaluran pembiayaan baik konvensional maupun syariah yang telah disalurkan SMF hingga November 2013 ini berjumlah Rp1,744 miliar,” tandas Rahardjo.

Sebelumnya, SMF juga telah memberikan refinancing KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan memberi pinjaman sebesar Rp500 miliar kepada PT Bank Tabungan Negara (BTN) kerjasama ini bertujuan mendukung FLPP yang merupakan program pemerintah

Pinjaman dari SMF kepada BTN terkait KPR FLPP menurut Raharjo, tercatat sudah mencapai Rp2 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 47,399 yang telah dilakukan sejak tahun 2012 dalam bentuk program refinancing. [sylke]

Related posts