Pengusaha Harus Bisa Bermitra - Hj Diana Dewi, SE

Hj Diana Dewi, SE

Komisartis PT Suri Nusantara

Pengusaha Harus Bisa Bermitra

Dua tahun lagi, yaitu pada 2015,Indonesia bersama seluruh anggota ASEAN memproklamasikan dan melebur dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Bermacam sikap di kalangan para pengusaha dalam menghadapi MEA tersebut. Ada yang pesimistis karena tidak siap. Ada pula yang sangat optimistis karena hal itu dapat merupakan tantangan dan sekaligus peluang.

Diana Dewi, termasuk salah satu pengusaha yang merasa tertantang sebagai sebuah peluang. “Karena saya yakin semua pebisnis akan mendapat tantangan yang baru dan berat. Tetapi, dengan kondisi ini saya yakin di mana ada hal yang baru pasti akan ada peluang yang dapat diambil,” kata Diana.

Yang penting, kata dia, asal kita dapat membaca situasi, kondisi dan memanfaatkannya untuk diimplementasikan ke bisnis kita. Menurut dia, ada strategi yang akan dijalankan Diana. Dia mengungkapkan resep agar mampu mengolek untung. Strategi itu adalah menguatkan kondisi bisnis yang sudah ada, menjaga services yang baik kepada customer, serta menjalin kemitraan dengan pihak lain. “Untuk berkembang, mau tidak mau, kita harus bermitra,” imbuh dia.

Agar Oleh karena itu, Diana berharap agar iklim usaha berjalan kondusif, pemerintah mempermudah apat meningkatkan pelayanan perizinan. “Kadin dapat mengusulkan agar pengurusan izin dapat dikelola swasta, sehingga benar-benar perizinan harus membayar tetapi tidak dipersulit atau diperlambat. Dan ada rate yang jelas, sehingga tidak ada KKN. Dananya dapat disetor juga ke kas negara,” ujar Diana lagi.

Banting Setir

Ada perbedaan yang mencolok antara karyawan dan sebagai pengusaha. Apalagi harus mengemban tugas sebagai seorang ibu. Pilihannya pun tegas. Tugas sebagai ibu adalah mutlak, tak tergantikan oleh tugas kantor yang lain. Itu sebabnya dia memilih banting dari sebagai seorang karyawan, berubah menjadi pengusaha.

“Saya memilih sebagai pengusaha dikarenakan sebelumnya saya adalah seorang karyawati perusahaan di mana saya dituntut untuk selalu disiplin dalam bekerja. Di satu sisi, saya menjadi seorang ibu untuk anak-anak saya yang mana anak-anak membutuhkan sentuhan ibunya sehingga lebih banyak waktu yang harusnya untuk keluarga tetapi saya pergunakan bekerja sebagai karyawan yang disiplin,” ungkap direktur PT Suri Garuda Jaya itu mengenang awal langkah menjadi seorang pengusaha.

Diana yang juga CEO PD Garuda Jaya dan komisaris PT Suri Nusantara itu mengakui dirinya terbelit dalam satu dilema. Yaitu, antara memilih keluarga dengan karir pekerjaannya yang juga tengah melaju. “Maka, saya putuskan keluar dari pekerjaan dan mencoba untuk berwiraswasta dengan harapan dapat berkarya sekaligus juga dapat mengurus anak-anak,” tandasnya.

Pilihan Diana ternyata tepat. Kini, perusahaannya mulai berkibar di bidang bisnis suplier bahan makanan ke hotel, restoran, dan katering. “Saya memilih bidang makanan karena saya berpikir kalau masih ada kehidupan, pasti orang butuh akan setiap hari. . Seperti kata orang bisnis makanan itu tidak ada matinya,” tukas Diana, yang juga Wakil Ketua Bidang Peternakan Masyarakat Ekonomi Syariah.

Malang-melintang di jagat bisnis makanan, membuat mata Diana terbuka bahwa persaingan di luar sana demikian keras. “Jujur saja, kondisi bisnis saat ini sudah sangat berat. Terlebih lagi bagi pebisnis pemula. Tak hanya sekadar menyiapkan strategi bisnis dan rencana bisnis, tapi juga harus mempersiapkan mental yang tangguh,” kata perempuan berkerudung ini. (saksono/rin)

Pengalaman Organisasi:

Ketua Komite Tetap Distribusi dan Keagenan Kadin DKI Jakarta. Bendahara Kospin Mitra Usaha Kadin Wakil Bendahara BSK DKI Jakarta Anggota Dewan Pertimbangan Hippi DKI Jakarta. Anggota Dewan Pertimbangan Aptek DKI Jakarta. Ketua Bidang Program Forum CSR DKI Jakarta. Anggota Dewan Penasihat MAI. Wakil Ketua Bidang Peternakan Masyarakat Ekonomi Syariah.

Related posts