Energi Persada Kantongi Pinjaman US$203 Juta

NERACA

Jakarta- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengantongi pinjaman sindikasi sebesar US$203 juta yang difasilitasi oleh Bank of America Merril Lynch (BAML), Bank of India dan Intesa Sanpaolo SpA. Dana pinjaman tersebut nantinya akan digunakan perseroan untuk melunasi pinjaman sebelumnya yang diklaim dapat menghemat beban biaya bunga secara signifikan. “Dengan melunasi pinjaman sebelumnya melalui fasilitas pinjaman dari BAML, perseroan dapat menghemat beban bunga tahun depan hingga sebesar US$26 juta per tahun.” kata Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk, Imam P. Agustino di Jakarta, Rabu (11/12).

Fasilitas pinjaman tersebut, kata dia, memiliki jangka waktu lima tahun dan suku bunga Libor + 6 % per tahun saat ini. Dengan dilakukannya penghematan melalui pelunasan pinjaman dari fasilitas ini, pihaknya meyakini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan di masa mendatang.

Selain menekan utang, sambung dia, perseroan juga meningkatkan nilai perusahaan melalui efisiensi dan meningkatkan produksi migas dari sejumlah blok yang dikelola antara lain Bentu PSC, ONWJ PSC, dan Kangean PSC. Pihaknya mencatat, hingga September 2013, produksi migas perseroan mencapai 49 ribu barel ekuivalen per hari, dengan produksi harian tertinggi mencapai 54.000 barel ekuivalen. Sementara cadangan minyak dan gas terbukti dan terukur yang tersertifikasi lebih dari 200 juta ekuivalen.

Sementara, pada periode Januari-Juni 2013, perseroan membukukan penjualan sebesar US$374,58 juta, naik 54,88% dibandingkan tahun sebelumnya US$241,84 juta. Pertumbuhan angka penjualan dikontribusikan dari peningkatan produksi minyak dan gas dari blok Kangean PSC di Jawa Barat, ONWJ PSC di Riau, dan Bentu PSC, Riau. Adapun laba bersih di semester pertama 2013 menjadi US$176 juta dari perolehan tahun sebelumnya senilai US$1,2 juta.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh penghasilan dari penjualan kepemilikan 10% di blok Masela PSC, Lautan Arafura. Ditargetkan, pendapatan perseroan pada tahun ini mencapai US$760 juta. Target itu naik 58% dibanding perkiraan pendapatan tahun ini sebesar US$480 juta. Target pendapatan tersebut ditopang oleh produksi tiga blok utama yang telah aktif secara penuh seperti Bentu PSC, ONWJ PSC, dan Kangean PSC yang sudah mulai beroperasi.“Kami akan fokus ke tiga blok utama yang sudah mulai beroperasi itu,” kata Direktur Utama Energi Mega Persada, Imam P Agustino beberapa waktu lalu.

Asal tahu saja, perusahaan migas dari grup Bakrie ini memperoleh dana pinjaman senilai US$ 90 juta seiring ditandatanganinya perjanjian pinjaman dengan Bank of New York Mellon cabang Singapura pada 5 Desember lalu. Untuk pinjaman berdenominasi dolar ini perseroan menyebutkan telah menjaminkan sejumlah asetnya, antara lain seluruh saham ENRG di PT Tunas Harapan Perkasa (THP), PT Imbang Tata Alam dan RHI Corporation (RHI). Termasuk saham anak-anak usaha THP dan RHI.

Selain itu, seluruh hak tagih yang dimiliki anak perusahaan THP dan RHI dari hasil penjualan minyak dan gas juga menjadi jaminan. Perseroan berencana akan menggunakan dana dari pinjaman ini untuk general purpose corporate. (lia)

Related posts