“BRI Pesat” Menggarap Potensi 13.450 Pasar - Peduli Pasar Rakyat

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali merilis program baru yakni BRI Peduli Pasar Rakyat. Peresmian program tersebut dilakukan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan disaksikan oleh Direktur Utama BRI, Sofyan Basir, serta Ketua Umum Asparindo Joko Setiyanto. "Peluncuran program BRI Pesat 2011 dilakukan bersamaan dengan Munas Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (Asparindo) 2011 yang merupakan mitra kerja BRI dalam program ini," ujar Sekretaris Perusahaan Bank BRI Muhamad Ali, di sela peresmian BRI Peduli Pasar Rakyat di Jakarta, Selasa.

BRI Pesat merupakan bentuk kepedulian BRI atas kondisi pasar rakyat yang kini berjumlah 13.450 pasar dengan 12,26 juta pedagang. BRI termasuk salah satu bank yang fokus ke UMKM dengan jumlah unit kerja sebanyak 7.000 yang tersebar di seluruh Indonesia. "Kami concern dengan kondisi pasar rakyat yang sebagian besar kurang rapih dan semakin terdesak dengan adanya pasar-pasar modern semacam mini market, supermarket dan mall. Akibatnya pengunjung pasar rakyat semakin lama semakin turun," papar Ali.

Bantuan pembenahan pasar dapat berupa bantuan non fisik dan fisik berupa perbaikan sarana dan prasarana umum pasar (pembangunan los pasar, perbaikan drainase, pos keamanan, peralatan kebersihan, mushola, kanopi, pagar pasar, tempat bermain anak-anak para pedagang pasar) agar pasar menjadi bersih dan nyaman di kunjungi oleh masyarakat.

Program BRI Pesat ini pun dimanfaatkan BRI untuk memperkenalkan produk dan layanan Bank BRI serta program akuisisi nasabah yaitu Akuisisi Produk dan Jasa BRI (Pinjaman: KUR dan Kupedes, Tabungan BRI Simpedes, Kartu ATM BRI Dan E-Banking).

Selain penyerahan CSR, Bank BRI juga bekerjasama dengan pihak pasar untuk mengelola waste management pasar yaitu pengelolaan sampah dengan baik.

Di sisi lain, untuk mengembangkan pasar, akses keuangan mikro harus ditingkatkan. Akses perbankan yang ada di pasar-pasar rakyat masih terbatas, sehingga masih banyak pedagang di pasar yang banyak yang meminjam uang kepada para pelepas uang dengan bunga yang sangat tinggi, sehingga memberatkan para pedagang.

”Untuk itu kami mendirikan Teras BRI yaitu jaringan kerja kerja BRI yang ditempatkan di pasar-pasar rakyat. Sejak diluncurkan pada tanggal 8 Maret 2009 di Pasar Tawangmangu, Bank BRI berkomitmen menjadikan Teras BRI sebagai terobosan baru BRI dalam mengembangkan pasar usaha mikro dan kecil di tanah air”, ujar Ali.

Teras BRI adalah layanan perbankan yang diberikan bagi pedagang di pasar dengan cakupan lebih kecil dari kantor cabang.

Sampai dengan 19 Juli 2011, telah dibuka dan beroperasi sebanyak 972 Teras BRI. Selama tahun 2011 akan dibuka 700 Teras BRI. “Kami optimis dapat tercapai,” papar Ali. Untuk mendukung upaya tersebut, Teras BRI pun dilengkapi dengan teknologi Electronic Data Capture (EDC) yang bisa berfungsi sebagai ATM mini yang mobile karena bisa dibawa kemana-mana. .

Teras BRI yang menjadi kepanjangan tangan BRI unit yang ada di segala penjuru pelosok Indonesia telah menjadi andalan baru BRI untuk mendorong penyaluran kredit UMKM yang selama ini memang menjadi keahlian BRI. Dengan bunga kredit yang lebih kompetitif, layanan perbankan lengkap, dan sentuhan personal penuh kekeluargaan, BRI optimistis sukses memasuki segmen pasar tradisional.

Bank BRI juga memanjakan nasabannya dengan menggunakan Teras BRI keliling, yaitu pelayanan menggunakan mobil Teras BRI Keliling ke Pasar-Pasar. “Namun ini dibuka pada hari tertentu saja (hari pasaran misal : buka senin kamis saja) atau lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh akses unit kerja BRI,” tegas Ali.

Hingga Juni lalu, telah dilaksanakan penandatangan kerjasama dengan 36 pengelola pasar di seluruh Indonesia dengan jumlah pasar yang telah diakuisisi kurang lebih 400 pasar .

Kredit Super Cepat

Yang pasti, BRI akan memberikan fasilitas kredit khusus super cepat bagi pedagang pasar. Dalam jangka waktu sehari, para pedagang pasar bisa langsung mendapatkan pinjaman dengan bunga 12-14% per tahun. "Khusus untuk pedagang pasar ada kemudahan seperti yang mereka inginkan, bukan hanya suku bunga. Jadi untuk mengatasi bank gelap datang kita berikan syarat mudah dan kredit langsung cair," jelas Direktur Bisnis UMKM Djarot Kusumayakti.

Djarot menambahkan, BRO memberikan kredit hingga Rp500 juta per orang dengan suku bunga 12-14%. Bahkan, di tahun 2011 ini BRI mentargetkan kredit UMKM tumbuh 30%. BRI optimistis kredit mikro tumbuh mencapai Rp 92,3 triliun di tahun 2011 dengan pengembangan Teras BRI di pasar-pasar rakyat. "Kredit mikro tahun lalu tumbuh 30%, tahun ini kita berjuang untuk paling tidak sama, kalau bisa lebih. Mikro ini kan pasarnya ngga terbatas," ujar Kepala Divisi Bisnis Mikro BRI Windiartono.

Dikatakan Windiartono, hingga Juni 2011 kucuran kredit di segmen mikro sudah mencapai Rp78 triliun. Meningkat Rp 7 triliun dari akhir Desember 2010 yang tercatat sebesar Rp71 triliun.

Sampai saat ini jumlah total Teras BRI mencapai 972 unit, dan dibidik mencapai 1.300 unit, dengan target tambahan 700 unit dari posisi akhir tahun 2010 lalu sebanyak 617 unit. "Sampai Mei total pinjaman melalui Teras BRI mencapai Rp1,8 triliun. Itu di teras pinjaman yang diberikan maksimal sampai Rp100 juta, termasuk di dalamnya ada Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sementara untuk simpanan melalui Teras BRI itu mencapai Rp564 miliar," katanya.

BERITA TERKAIT

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

Manulife Sebut Pasar Obligasi Masih Positif

  NERACA   Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memandang beberapa faktor positif dari domestik masih akan terus…

Saran Buat PD Pasar Jaya Klender

Di kawasan sekitar Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur kondisinya sangat semrawut karena banyak angkot yang tidak menaikkan penumpangnya di terminal…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…