IHSG Gagal Bertahan Akibat Aksi Ambil Untung

NERACA

Jakarta – Aksi ambil untung (profit taking) akhirnya melengserkan IHSG yang sempat naik tipis hingga mengubah arah pergerakannya. Aura profit taking mulai tampak sejak awal sesi pertama dan terus berlanjut hingga sesi sore dan bahkan sempat melewati target support 2 di level 4246. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia dan kembalinya Rupiah di level Rp12.000an.“Namun demikian, masih adanya aksi beli jelang menit-menit penutupan IHSG seiring dengan positifnya laju bursa saham Eropa membuat pelemahan menjadi berkurang meskipun belum dapat kembali bertengger di zona hijau,”kata analis Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (11/12).

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4282,11 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4235,42 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4271,74. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun, investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Sementara itu, laju nilai tukar Rupiah jelang RDG-BI dinilai semakin menunjukkan pelemahannya. Mneurut dia pelemahan ini belum jelas penyebabnya, karena pelaku pasar tidak terlalu merespon belum jelasnya sentimen penentuan arah BI rate atau lebih memilih sentimen yang lebih jelas dari kemungkinan tappering off stimulus The Fed di bulan ini yang berimbas pada kenaikan laju nilai tukar dolar.

Belum lagi sentimen jelang akhir tahun dari pertemuan FOMC pekan depan yang dibarengi dengan sentimen kesepakatan anggaran AS yang akan dibahas kembali sehingg membuat dolar kembali perkasa. Bahkan berhasil mengalahkan kenaikan Euro yang juga sedang naik seiring membaiknya perekonomian zona Euro.

Dia menilai, jelang rapat FOMC pekan depan membuat pelaku pasar dihinggapi rasa kekhawatiran akan hasil FOMC yang nantinya benar-benar akan mulai mengurangi stimulusnya. Aksi jualpun kembali terjadi yang salah satunya menerpa saham-saham pertambangan China yang dilanda aksi ambil untung.

Imbas keluarnya pelaku pasar dari pasar saham telah membuat nilai Yen mengalami kenaikan dan saham-saham otomotif Jepang dan saham-saham lainnya yang berorientasi ekspor kembali diterpa pelemahan. Selain itu, adanya downgrade rekomendasi dari beberapa emiten juga turut memberikan sentimen negatif.

Lain halnya dengan bursa saham Asia yang melemah sepanjang sesi, hingga kini bursa saham Eropa mampu bergerak positif meski tipis seiring dengan stabilnya rilis inflasi Jerman dan kenaikan current account Perancis.

Pada perdagangan Kamis (12/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4238-4245 dan resistance 4265-4285. Berpola menyerupai bearish harami di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic masih masih bertahan upreversal meski terbatas.

Laju IHSG meski melemah hingga sempat berada di dalam kisaran target support (4218-4246) namun, dapat kembali berada di atas kisaran tersebut. IHSG pun berada di persimpangan jalan dimana terbuka peluang kenaikan namun, sekaligus dapat melanjutkan pelemahannya bila rilis BI rate tidak sesuai dengan ekspektasi.

Pertimbangan saham-saham adalah TLKM Spt2000-2050 Rst2125-2175|White marubozu. Continuation upreversal|Trd buy slm up2075, AALI Spt24700-24950 Rst25250-25350|Hammer. Stochastic mulai terbatas|Trd sell jika 25000 gagal bertahan , CMNP Spt2975-3075 Rst3150-3175|White marubozu di bawah MBB|Trd buy slm up3100 , AUTO Spt3450-3475 Rst3575-3625|Inverted hammer. Stochastic mencoba upreversal|Trd buy slm up3500 .

Saham-saham lainnya MAPI 5500-5750|Trd buy slm up5550 , LPCK 4825-5150|Trd sell jika 4900 gagal bertahan , GGRM 40250-41750|Trd buy slm up41300 , BBRI 7150-7450|Trd buy slm up7300 , CTRP 600-670|Trd buy slm up900. (nurul)

Related posts