MAPI Bayarkan Bunga Obligasi Rp10,5 miliar

NERACA

Jakarta – PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membayar kembali untuk kupon bunga obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2012 yang ke-4. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (11/12).

Sekretaris Perusahaan PT Mitra Adiperkasa Tbk Fetty Kwartati mengatakan, total nilai kupon bunga obligasi yang telah dibayarkan oleh perseroan sebesar Rp10,50 miliar. Dia menambahkan, dari dana yang telah dibayarkan, sekitar Rp1,05 miliar untuk membayar kupon bunga seri A dan sisanya sebesar Rp9,44 miliar untuk kupon bunga seri B.

Obligasi berkelanjutan I Mitra Adiperkasa tahap I diterbitkan perseroan pada tahun 2012 dalam dua seri, dimana seri A memiliki nilai pokok Rp53 miliar dengan tingkat bunga 7,95%, serta seri B dengan nilai pokok Rp447 miliar dan memiliki tingkat bunga sebesar 8,45% per tahun.

Sebelumnya, pada bulan September lalu, perseroan melakukan pembayaran bunga dan cicilan fee ijarah ke-15 obligasi Mitra Adiperkasa I tahun 2009 dan sukuk Ijarah Mitra Adiperkasa I tahun 2009 seri B sejumlah Rp2,24 miliar.

Disebutkan bahwa pembayaran itu terdiri untuk pembayaran bunga obligasi sebesar Rp975 juta dan cicilan fee ijarah Rp1,27 miliar. Nilai emisi obligasi MAPI I tahun 2009 seri B sebesar Rp30 miliar dengan suku bunga 13% per tahun, sedangkan nilai sukuk ijarah I 2009 seri B sebesar Rp39 miliar.

Hingga kuartal ketiga 2013, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp6,92 triliun atau naik 21,35% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,44 triliun. Kontribusi pendapatan terbesar perseroan berasal dari penjualan eceran dan grosir sebesar Rp6,13 triliun.

Kemudian diikuti oleh pendapatan dari komisi penjualan konsinyasi bersih sebesar Rp735,96 miliar, pendapatan sewa serta jasa pemeliharaan sebesar Rp45,33 miliar, dan dari pendapatan lain-lain sebesar Rp5,37 miliar.

Beban pokok penjualan dan beban langsung meningkat menjadi Rp3,50 triliun di kuartal inidari Rp2,70 triliun, sedangkan laba kotor naik menjadi Rp3,42 triliun dari sebelumnya Rp2,74 triliun di kuartal ketiga 2012.

Peningkatan pada beban usaha dan kerugian kurs mata uang asing membuat laba sebelum pajak perseroan tergerus 23,57% menjadi Rp318,44 miliar, begitu juga dengan laba bersih tergerus 24,12% menjadi Rp227,53 miliar. Total aset naik menjadi Rp7,41 triliun di akhir kuartal ketiga 2013 dari total aset sebelumnya Rp5,99 triliun di akhir periode Desember 2012. (nurul)

Related posts