Indoritel Raup Untung Dari Perubahan Bisnis - Bukukan Kenaikan Pendapatan

NERACA

Jakarta – Keputusan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mengubah bisnisnya memberikan nilai tambah. Pasalnya, perseroan dapat meningkatkan pendapatannya setelah fokus pada bisnis penyertaan beberapa emiten.

Saat ini, perseroan memiliki penyertaan pada PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) sebesar 35,8%, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) 31,5% dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) sebanyak 40%. Padahal sebelumnya perseroan merupakan perusahaan IT.“Sekarang kami menjadi perusahaan yang bergerak di bidang investasi, perdagangan umum, keagenan dan perwakilan”,kata Direktur PT Indoritel Makmur Internasional Tbk Evensius Go di Jakarta, kemarin.

Setelah mengalihkan bisnisnya, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih dalam sembilan bulan ini yakni sebesar Rp87,73 miliar. Disebutkan bahwa perolehan ini diserap dari investasi perseroan pada entitas asosiasi.

Aset perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 42,01% menjadi sebesar Rp7,06 triliun yang di dapat dari hasil right issue yang dilaksanakan tahun ini. Kedepannya, perseroan akan meningkatkan nilai merek dan penguasaan pasar dengan mendukung pertumbuhan dan perkembangan berkelanjutan dari perusahaan asosiasi.“Kami akan meningkatkan profitinilitas dan pengembalian modal dan akan mengevaluasi peluang bisnis yang baru dan saling melengkapi”, katanya.

Sementara itu, perseroan menyatakan sisa dana hasil right issue saat ini sekitar Rp250 miliar dari total sebesar Rp7 triliun. Perseroan berencana menggunakan sisa dana tersebut untuk modal kerja, salah satunya untuk mendukung portal belanjanya.

Even Go menargetkan akan ada pertumbuhan anggota dari portal belanja tersebut pada tahun depan dari saat ini sejumlah 120 ribu anggota."Oleh karena itu, kami akan kembangkan bisnis ini meski belum memberikan hasil yang signifikan di tahun depan," ungkapnya.

Pada 2014 nanti, perseroan memproyeksikan pendapatannya masih akan mengandalkan ketiga entitas asosiasinya. Namun, porsinya akan disesuaikan dari hasil kinerja dari entitas asosiasi pada tahun depan, yang sesuaikan dengan porsi jumlah kepemilikan saham.

Sebelumnya perseroan bernama PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET) yang bergerak di bidang teknologi informasi, namun mengubah nama dan lini usahanya menjadi perusahaan investasi consumer goods. Saat ini memiliki saham di Indomaret sekitar 40%, PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) sekitar 31,5%, dan PT Fas Food Indonesia Tbk sebesar 35,8%.

Perseroan menjual 14 miliar saham baru lewat skema hak memesan efek terlebihd ahulu (HMETD) atau rights issue. Harga pelaksanaan rights issue sekitar Rp500 per saham dan meraih dana hasil right issue sekitar Rp7 triliun. Pada right issue tersebut, PT Terra Konsuma Investama dan PT Buana Capital bertindak sebagai pembeli siaga. Dana hasil rights issue digunakan untuk menguasai sekitar 31,5% saham ROTI, 40% saham PT Indomarco Prismatama (Indomaret), dan 35,84% saham PT Fast Food Indonesia Tbk.

Hingga kuartal ketiga 2013, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp85,73 miliar (unaudited), sementara laba usaha tercatat sebesar Rp82,66 miliar. Adapun total aset Perseroan per September 2013 tercatat sebesar Rp7,06 triliun dan jumlah ekuitas perseroan sebesar Rp7,06 triliun. (nurul)

Related posts