Logindo Samudara Bidik Kontrak Baru US$ 160 Juta - Ditopang Fundamental Bagus

NERACA

Jakarta – Perusahaan jasa penyewaan kapal atau offshore PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) optimis dapat mengambil bagian dari tender bernilai US$160 juta pada 2014, karena memiliki fundamental perusahaan yang bagus.

Direktur Utama PT Logindo Samudramakmur Tbk Eddy K. Logam mengatakan, perseroan telah mengikuti proses tender tersebut. Dimana pada tahun depan sejumlah perusahaan telah merencanakan eksplorasi di laut dalam dengan kebutuhan kapal pengangkut dengan daya tahan tinggi,”Dengan adanya eksplorasi ini, beberapa tender sudah mulai diikuti perseroan dan kami optimis akan memperoleh porsi cukup besar dalam tender tersebut karena perusahaan serupa yang listing di bursa hanya dua”, jelasnya di Jakarta, Rabu (12/12).

Hingga akhir tahun, lanjut Eddy K.Logam, kinerja perseroan akan mencapai target. Pasalnya, akhir November hingga Desember 2013 hasilnya sesuai target dengan net profit diperkirakan di atas US$15 juta atau naik 70%-80%. Sementara revenue juga di atas US$55 juta atau tumbuh sekitar 70%-80%.“Perseroan sudah berhasil mencatat net profit di 2012 di atas 20%, kita berharap tahun ini net profit juga di atas 20%,”ujarnya.

Emiten dengan kode bursa LEAD ini menyatakan bahwa saham yang ditawarkan ke publik mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak dua kali. Dia menyebutkan, pada masa penawaran awal yang dilakukan pada 14-22 November 2013, tercatat adanya kelebihan permintaan hampir dua kali.

Disebutkan, komposisi peminat saham Logindo terdiri dari 55% investor dalam negeri dan 45% merupakan investor asing. Sedangkan saham perseroan yang dilepas untuk investor retail sebanyak 3.519.000 saham. Penggunaan dana IPO sebagian besar untuk membayar utang perbankan sekitar 58%. Namun, dirinya menegaskan bahwa pinjaman perbankan tersebut digunakan untuk membeli kapal atau utang sebekum IPO.”Sehingga kemungkinan sisanya akan digunakan untuk membeli kapal lagi dengna tenaga yang lebih besar dengan kekuatan 12.000 horse power,”paparnya.

Sementara itu, Direktur PT Logindo Samudramakmur Tbk Rudy Kusworo menuturkan, peluang perseroan untuk tumbuh sangat terbuka mengingat kompetitor yang bergerak di sektor offshore yang sama hanya satu pemain yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT Wintermar Offshore Marine Tbk

Kata Rudy, di Indonesia perusahaan yang bermain dan fokus pada bisnis offshore baru tercatat dua perusahaan yang listing di Bursa. Angka ini kalah jauh dibandingkan Malaysia ada 20 perusahaan offshore yang listing, “Maka dengan pasar tersebut, peluang kita tumbuh cukup besar dan terlebih pemerintah juga tengah membuka membuka eksplorasi tingkat tinggi untuk sumur baru,”ungkapnya.

Disamping itu, dampak dari tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diklaim perseroan tidak mempengaruhi dampak yang cukup signifikan. Alasannya, pendapatan dan utang perseroan yang dibayarkan menggunakan dolar.

Sebagai informasi, perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayaran dengan fokus pada kapal penunjang kegiatan angkutan lepas pantai (offshore support vessels, OSV) bagi industri minyak dan gas bumi.

Tercatat di bursa sebagai emiten ke-29, debut perdana saham Logindo langsung dibuka naik 0,89% menjadi Rp2.825 dari harga yang ditetapkan sebesar Rp2.800 per saham. Dengan level tertinggi di level Rp3.100 dan jumlah frekuensi sebanyak 31 transaksi, sebanyak 441 lot senilai Rp880 juta.

Perseroan menawarkan 193.277.175 juta saham baru atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Jumlah saham yang dicatatkan ini termasuk 65.897.143 lembar saham yang diterbitkan. Tahun depan, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$ 80 juta yang sebagian besar penggunaannya untuk pembelian kapal baru. Kemudian mensiasati ketat persaingan bisnis offshore tersebut, perseroan akan mengedepankan peningkatan pelayanan kepada pelanggan dan bukan sekedar jasa transfortasi saja.

Asal tahu saja, nantinya dana yang diperoleh perseroan dari IPO lebih dari Rp356 miliar akan digunakan 58%untuk membayar pinjaman bank, 40% untuk belanja modal dan sisanya 2% akan digunakan untuk modal kerja. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT UOB Kay Hian Securities dan PT RHB OSK Securities Indonesia. (nurul)

BERITA TERKAIT

Oktober, Kontrak Baru WSBP Rp 4,56 Triliun

NERACA Jakarta - Hingga per Oktober 2018, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp…

Garuda Bidik 51% Market Share Pasar Domestik - Ambil Alih Operasional Sriwijaya Air

NERACA Jakarta – Kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) belum lepas dari rugi, namum maskapai penerbangan plat merah…

Pemkab Sukabumi Dorong Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Pemkab Sukabumi Dorong Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan   NERACA Sukabumi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat, mendorong energi baru terbarukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…