Dua UIN Dipromosi Jadi PTN Internasional

NERACA

Animo mahasiswa asing untuk belajar di perguruan tinggi Islam di Indonesia kini makin tinggi. Ketertarikan mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di Indonesia tersebut disebabkan lantaran keunikan Indonesia dalam budaya dan religi. Ya, sebagai negara yang memiliki kultur dan agama berbeda, Indonesia dikenal dengan nilai-nilai luhur yang tertancap kuat di benak masyarakatnya sehingga dapat tetap hidup berdampingan.

Menteri Agama, Suryadharma Ali menuturkan, banyaknya mahasiswa luar negeri yang kuliah di universitas Islam tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia sangat luar biasa. Di Indonesia, ada dua univeristas Islam yang diprioritaskan menjadi universitas berskala internasional, yaitu UIN Sunan Malik Ibrahim Malang dan UIN Hidayatullah Ciputat Tangerang, Banten.

"Kedua universitas itu selain sudah banyak memiliki mahasiswa asing, dari 28 negara Islam, juga sudah menunjukkan kualitasnya di dunia. Hal ini sangat membanggakan dan berharap menular ke UIN-UIN yang lain," ujar Menag.

Kementerian Agama saat ini juga terus melakukan peningkatan kualitas lembaga pendidikan yang dikelolanya. Khusus untuk pendidikan tinggi agama Islam, pihaknya mengambil kebijakan baru untuk meningkatkan pelayanan agar mampu menyerap dan melayani keinginan masyarakat menuntut ilmu agama.

Terkait hal itu, Menteri Agama Suryadharma Ali merubah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, sesuai peraturan Presiden Nomor 65 tahun 2013.

Di samping IAIN menjadi UIN Sunan Ampel, beberapa waktu lalu IAIN Aceh juga telah beralih status menjadi UIN. Kemudian, IAIN di Sumatera Utara tidak lama lagi juga akan berubah UIN. Sedangkan IAIN di Palembang tengah dalam pembahasan.

"Bukannya kami mengumbar lembaga perguruan tinggi agama Islam. Tetapi kenyataannya perguruan tinggi belum melayani keinginan banyaknya pihak yang menempuh pendidikan di sana. Dari tahun ke tahun peningkatan mahasiswa sangat luar biasa. Peminatnya pada 2010-2013 dari 120 ribu menjadi 300 ribu calon mahasiswa," kata dia.

Program lainnya, yakni pemerataan model pendidikan UIN antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Suryadharma Ali menilai, pendidikan di barat tidak boleh sama dengan timur karena kondisinya yang berbeda.

"Justru kalau disamakan maka tidak akan adil. Tapi dengan adanya pemerataan maka mahasiswa yang tinggal di Indonesia Timur tidak perlu ke Jakarta atau Surabaya karena pendidikan yang sesuai dengan daerahnya," kata dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengaku pihaknya akan memberikan kontribusi dan pengembangan demi kemajuan UINSA.

"UIN Sunan Ampel ini sudah dari lama menjadi mimpi semua pihak. Kini mimpi itu jadi kenyataan dan Pemprov siap berkontribusi demi kemajuan universitas," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu.

BERITA TERKAIT

Penilaian IGJ - Dua Aspek Lemahkan Indonesia Dalam Perdagangan Internasional

NERACA Jakarta – Peneliti senior Indonesia for Global Justice (IGJ) Olisias Gultom menilai, terdapat dua aspek yang membuat lemah Indonesia…

Kinerja Memburuk, Dua Komisaris Minta RUPS Ganti Dirut Garuda

NERACA   Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, rencananya akan digelar akhir bulan ini,…

Ilusi Pertumbuhan Dua Digit

Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF Saat debat kelima Pilpres 2019, salah satu Paslon mengutarakan keinginan untuk memperbaiki ekonomi hingga tumbuh…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…

Perlukah Fatwa Haram untuk Games PUBG?

      Games Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) semakin banyak menjadi perbincangan. Selain di kalangan anak muda yang gemar…

Pendidikan Swasta Perlu Diperkuat

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Rhenald Kasali melihat laporan bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018 menguatkan…