ASEAN Perlu Memiliki Universitas Kelas Dunia - Dengan Nilai-nilai Asia Yang Menjadi Fondasi Pendidikan Di dalamnya

Di era modern ini, nilai-nilai luhur negara ASEAN mengalami pengikisan seiring dengan arus globalisasi yang semakin mencengkeram, terutama di dunia akademis. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya mahasiswa-mahasiswa ASEAN yang memilih belajar di Eropa. Tak ayal, masalah ini menyebabkan lulusan yang di cetak berstandar barat dan meninggalkan nilai-nilai keasiaannya.

NERACA

Di era globalisasi sekarang ini, nilai-nilai luhur ASEAN seperti sopan santun, menghormati sesama sudah mulai luntur di kalangan kaum muda, terutama di dunia akademis. Hal itu disebabkan dengan banyaknya mahasiswa dari Asia yang memilih belajar di Eropa untuk menuntut ilmu. Sehingga lulusan yang diciptakan pun berstandar barat dan menghilangkan nilai-nilai keasiaannya.

Menyoroti perihal nilai-nilai pendidikan yang seharusnya dianut oleh negara-negara ASEAN, pengamat pendidikan Vijay Eswaran menuturkan, banyak sekali mahasiswa dari Asia yang memilih belajar di Eropa, Australia, dan Amerika untuk menuntut ilmu, sehingga hal ini menimbulkan kekhawatirannya akan dampak terhadap nilai-nilai barat yang dibawa oleh mahasiswa dan menghilangkan nilai-nilai luhur asli Asia mereka.

Padahal, sambung Vijay, negara ASEAN memiliki banyak sekali keuntungan dibandingkan negara-negara lain di dunia. Yaitu secara geografis diapit oleh dua negara Asia besar yaitu India dan Cina, sehingga kaya akan nilai-nilai budaya, dan agama.

“Negara ASEAN juga diapit oleh Australia dan Jepang, dua negara ekonomi besar dunia,” imbuh dia.

Lebih lanjut Vijay mengatakan, melihat keuntungan ini, negara ASEAN seharusnya memiliki semangat yang kuat untuk bersatu dan menjadi komunitas yang disegani di dunia. Hal ini bisa dimulai dari pendidikan yang berkualitas.

“Singapura sebenarnya memiliki universitas-universitas yang sangat bagus, dan masuk dalam 10 negara dengan kualitas universitas terbaik di dunia. Namun lulusan-lulusan yang diciptakan masih berstandar barat, sehingga nilai-nilai keasiaannya hilang,” tambah pria yang juga menulis buku “Dalam Dunia Keheningan” ini.

Pada 4thASEAN High Level Education Forum, Vijay juga mengatakan bahwa kesadaran sebagai keluarga besar haruslah dimiliki oleh seluruh negara ASEAN dan mengatasi masalah yang selama ini mengganjal. Ketika jalur politik dan diplomasi buntu, maka pendidikan bisa menjadi sarana pemersatu.

“Seharusnya bangsa ASEAN memiliki pendekatanGlOCAL, yaitu bangsa yang memiliki wawasan dan dampak global dengan nilai-nilai lokal. Inilah kenapa bahwa negara ASEAN harus memiliki universitas kelas dunia dengan nilai-nilai Asia yang menjadi fondasi pendidikan didalamnya,” ujar Vijay dengan kapasitasnya sebagai panelis 4th ASEAN High Level Education Forum belum lama ini.

Sedikit mengungkit sejarah, dia menyatakan bahwa negara-negara Asia memiliki sejarah yang panjang terhadap dunia pendidikan. Jauh sebelum barat memiliki universitas, sudah banyak universitas terdapat di negara Asia.

Ya, negara-negara di ASEAN memiliki universitas-universitas yang menjadi penghubung pendidikan di ASIA dengan menerapkan nilai-nilai luhur di lingkungan kampusnya. Indonesia dengan Universitas Gajah Mada (UGM) misalnya. Keberadaan nilai-nilai luhur UGM pada dasarnya sudah melekat erat dalam sejarah berdirinya UGM yang tumbuh dalam suasana kancah perjuangan bersama masyarakat menuju kemerdekaan Republik Indonesia. Nilai-nilai luhur tersebut muncul secara alamiah karena bersumber dari budaya dan karakter bangsa dan masyarakat yang ikut berperan dalam membesarkan UGM.

Nalai-nilai luhur ini kemudian tumbuh subur menjadi tradisi dan jati diri UGM. Nilai-nilai luhur tersebut pada intinya bersumber dari nilai-nilai yang ada dalam Pembukaan UUD-1945 dan secara integral-integratif menyatu dengan Pancasila sebagai dasar negara, yaitu religiusitas, humanitas, kebangsaan-nasionalistik, kerakyatan dan keadilan dan kesejahteraan sosial.

Di Malaysia ada universitas swasta Quest International Universitas Perak (QUIP). Universitas yang didirikan untuk membentuk mahasiswa Asia yang berkompetensi global dengan nilai-nilai Asia yang luhur ini memiliki tujuan membentuk lulusan yang memiliki daya saing yang menguntungkan dalam jangka panjang, dan bukan sekedar degree mill (pencetak ijazah) semata.

Hong Kong dengan Hong Kong University of Science and Technology yang menduduki peringkat pertama dalam daftar 20 universitas terbaik di Asia yang dibuat QS World University Ranking.

Selain Indonesia, Malaysia dan Hongkong, Arab Saudi juga memiliki universitas-universitas terkemuka seperti King Saud University (KSU), King Fahad University of Petroleum and Minerals (KFUPM) dan King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) yang sudah masuk dalam jajaran universitas elit dunia.

Related posts