BEI Kaji Batas Aturan Jumlah Saham IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) merencanakan untuk mengatur jumlah saham yang dilepas emiten melalui penawaran umum perdana saham (IPO) berdasarkan ekuitas (kekayaan bersih perusahaan),”Nanti akan diatur berdasarkan ekuitas, makin besar ekuitas maka 'float' (saham beredar)-nya lebih sedikit. Sebaliknya, untuk perusahaan yang ekuitasnya kecil maka jumlah saham yang beredar harus lebih tinggi. Peraturan sekarang masih berdasarkan modal di setor,”kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Jakarta, Selasa (10/12).

Dia menuturkan, aturan itu diterbitkan dengan tujuan untuk menambah jumlah saham yang beredar sehingga dapat meningkatkan likuiditas pasar modal domestik,”Diskusi-diskusi sudah dilakukan terus-menerus, sekarang sudah tahap akhir. Namun saya belum bisa menyebutkan kapan aturannya keluar,”paparnya.

Lanjutnya, pihak BEI akan mengelompokkan besaran ekuitas dari masing-masing calon emiten. Jika, ekuitasnya besar maka volume saham yang dilepas bisa lebih kecil. Misalnya, perusahaan dengan ekuitas Rp1 triliun dan Rp10 triliun, presentase ekuitas yang Rp10 triliun 'float'nya lebih kecil dari yang Rp1 triliun agar jumlah saham beredarnya memadai.

Kata Hoesen, perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia juga akan ada batasan minimum saham yang beredar. Tercatat ada sekitar 50 emiten yang melepas saham ke publik dalam porsi kecil. Melalui aturan itu, BEI yakin likuiditas di pasar saham akan meningkat. (ant/bani)

Related posts