China Ajak Indonesia Bangun Proyek CSC

NERACA

Jakarta---China menilai posisi Indonesia sebagai pimpinan ASEAN punya nilai stretagis. Karena itu negeri tirai bambu ini menggandeng Indonesia dalam proyek "China South City Nanning" yang berlokasi di Guangxi, China.

"Proyek China South City (CSC) Nanning ini akan melibatkan kerja sama 10 negara ASEAN termasuk Indonesia yang nantinya akan bermanfaat bagi China dan Indonesia dalam bidang ekonomi", kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia-Tionghoa, Abdul Alek Soelystio dalam presentasi dan perjanjian kerja sama proyek CSC Nanning di Jakarta, Selasa.

Lebih jauh Abdul menambahkan, banyaknya potensi sumber daya alam dan pariwisata Indonesia menjadi kunci bagi Indonesia untuk terlibat dan mandapatkan manfaat yang besar dari proyek itu.

Nantinya Indonesia dan negara-negara ASEAN lain dapat memamerkan produk komoditas dan jasa termasuk pariwisata di CSC Nanning itu. Indonesia memiliki enam komoditas utama yaitu pertanian, perkebunan, pertambangan, industri pariwisata, perikanan, industri manufaktur ringan yang akan mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.

Sementara itu Kepala Divisi Bisnis dan Investasi China-ASEAN, Deng Shijun mengatakan, Guangxi menekankan kerjasama dengan Indonesia. Pada bulan Mei 2011, China mengikuti pameran komoditas yang diselenggarakan di Jakarta Internasional Exhibition Center. Hal ini mempererat persahabatan Cina dan Indonesia.

Karena itu, presentasi kerja sama China-ASEAN yang bertujuan berbagi informasi, negosiasi bisnis, dan promosi merk. "Kami berharap persahabatan China dan Indonesia akan lebih diperkuat melalui perdagangan komersial. Mari kita bekerja sama untuk masa depan yang lebih baik," katanya.

Ia menyebutkan, akan ada China-ASEAN Plaza Nanning di mana produk-produk dari negara ASEAN termasuk Indonesia dapat dijual di sana. "Karena itu kami mengajak kerja sama para pengusaha Indonesia," tegasnya.

Sementara itu Deputi Direktur Pelaksana CSC Nanning, Zhang Liyang memnyebutkan, komoditas yang ditawarkan mencakup tekstil dan pakaian, kulit dan aksesoris, bahan kimia dan plastik, logam dan alat-alat kerja, alat konstruksi dan bahan dekorasi, peralatan elektronik, suku cadang kendaraan bermotor, obat-obatan, peralatan medis, serta kebutuhan sehari-hari.

CSC Nanning juga menyediakan ruang perkantoran, jasa perbankan dan pembiayaan, guest house dan hotel, properti, apartemen, supermarket, pusat perbelanjaan, restoran dan fasilitas entertaimnet.

Zhang Liyang mengatakan bahwa total luas proyek tersebut mencapai 480 ribu m2 dengan tinggi bangunan 318 meter di mana tiap negara ASEAN akan diberikan bangunan seluas 5.000 m2 dan gratis pajak selama lima tahun. **cahyo

BERITA TERKAIT

Apkasi Ajak Bupati Gaet Investor LN

Apkasi Ajak Bupati Gaet Investor LN NERACA Kuta-Bali - Indikator positif penyelenggaraan Apkasi Otonomi Expo (AOE) Tahun 2017 yang ditandai…

Intiland Targetkan Penjualan Rp 3,3 Triliun - Mengandalkan Proyek Mixed Use

NERACA Jakarta – Geliat bisnis properti di tahun politik diyakini masih berpeluang tumbuh, menjadi sentimen positif bagi PT Intiland Development…

Proyek Irigasi di 2018 Bertambah 2.000

  NERACA Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan jumlah proyek irigasi nasional pada 2018 tercatat…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Proyek Kereta Cepat Diperkirakan Rampung 2020

      NERACA   Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan waktu pengerjaan…

Indonesia Belum Miliki Cadangan BBM Nasional

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan harus adanya pengadaan…

CEPA Jangan Batasi Kebijakan Pemerintah Kelola Ekonomi

    NERACA   Jakarta - Perjanjian Kemitraan Komprehensif yang sedang dibahas antara Republik Indonesia dan Uni Eropa, yang kerap…