Komitmen Pusri Untuk Efisiensi dan Lingkungan

NERACA

Jakarta – Keberlangsungan usaha perseroan tidak hanya dilihat pada aspek bisnis dan pasar semata, tetapi juga dari sisi lingkungan sekitar. Pasalnya, dalam operasional usaha suatu perusahaan dituntut untuk peduli dan ramah terhadap lingkungan, karena hal ini saling berkaitan dengan keberlangsungan usaha. Maka menjaga keseimbangan dengan alam, telah lama dilakukan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Komitmen PT Pusri terhadap lingkungan tidak perlu diragukan lagi dan hal ini terlihat dari prestasi dan pengharagaan yang diraih. Pasalnya, menjadi perusahaan yang efisien dan ramah lingkungan menjadi komitmen perseroan. “PT Pusri Palembang juga terus berupaya menjadi perusahaan yang ‘dimiliki’ oleh lingkungan,”kata Manajer Humas PT Pusri Palembang, Sulfa Ganie.

Perseroan, lanjutnya, mempunyai kebijakan yang memang diprioritaskan untuk efisiensi dan lingkungan hidup. Contoh kecil, sebutnya, dengan kecanggihan teknologi yang dimiliki PT Pusri Palembang semaksimal mungkin mengurangi dan mengolah limbah sehingga menjadi lebih baik. PT Pusri Palembang bahkan telah menginvestasikan dana miliaran rupiah untuk pengadaan alat-alat pengolah limbah. Mulai unit pengolah limbah cair, pengolah limbah gas, pengolah limbah minyak, termasuk polusi suara. Lebih jauh, sambung Sulfa, PT Pusri Palembang juga menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001-2004, dimana berdasar hasil audit internal dan eksternal yang dilakukan setiap enam bulan, PT Pusri Palembang tetap dipercaya untuk menerapkan sistem tersebut.

Tidak hanya itu, PT Pusri Palembang terus menggalakkan program penanaman 1.000 batang amboo di sekitar Sungai Musi, serta sekitar 2.000 bibit buah-buahan dan pepohonan, diantaranya bibit manggis, mangga, sawo, kelengkeng, jabon, waru, ketapang, dan salam,”Program-program penghijauan itu diperhitungkan dapat menyerap sedikitnya 85.000 Ton CO2/ tahun. Secara berkelanjutan, PT Pusri Palembang akan terus menanam bibit-bibit amboo di sepanjang Sungai Musi, sehingga akan sangat membantu untuk menyerap air hujan dan menahan erosi,” tandasnya.

PT Pusri Palembang juga membantu pelestarian lingkungan melalui penangkaran satwa, diantaranya penangkaran rusa dan burung. Disebutkannya, penangkaran rusa dimulai sejak 2008, diawali dengan mendatangkan tiga pasang rusa dari penangkaran satwa di Cisarua Bogor.“Sekarang, Alhamdulillah jumlahnya sudah mencapai 40 ekor rusa dengan berbagai jenis. Ada rusa tutul, ada pula rusa Sambar. Di samping itu, juga ada penangkaran burung,” tambahnya.

Efisiensi Energi

Transformasi yang dilakukan PT Pusri untuk meningkatkan daya saing dengan terus menggenjot efisiensi, tidak bisa lepas dari kepedulian pada lingkungan. Direktur Utama PT Pusri, Musthofa mengatakan, revitalisasi pabrik II B adalah komitmen perseroan untuk meningkatkan efisiensi, sehingga nantinya diharapkan kapasitas produksi meningkat,“Revitalisasi pabrik II B dilakukan karena pabrik sudah tua dan menggunakan teknologi tahun 70-an yang tentu saja boros bahan bakar minyak dan tingkat polusi masih tinggi,”ujarnya.

Menurutnya, komitmen untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi energi melalui modernisasi pabrik yang sudah tua dengan menggunakan teknologi canggih dan ramah lingkungan, juga merupakan amanat dari Instruksi Presiden (Inpres) No.2/2010 tentang Revitalisasi Pabrik Pupuk, yang mengedepankan ramah lingkungan, meminimalkan penggunaan gas dan energi, serta meningkatkan produksi.

Disebutkan, terobosan cukup besar yang juga dilakukan PT Pusri Palembang terkait efisiensi ini adalah penerapan proyek STG atau Steam Turbin Generator Boiler batubara. “Proyek ini adalah proyek substitusi gas bumi ke batubara. Dengan STG, PT Pusri Palembang menghemat pemakaian gas bumi sebesar 17 MMSCFD, yang akan dialokasikan ke gas proses Pabrik II-B. Dari sisi biaya, penggunaan batubara juga menurunkan biaya steam sekitar 6 USD/ Ton dan menghemat biaya listrik 0,12 US$/ KWh,”ujarnya.

Selain itu, PT Pusri Palembang telah lama melakukan optimalisasi pemanfaatan tail gas yang diolah melalui unit pengolah limbah gas, Purge Gas Recovery Unit atau PGRU. “Jika sebelumnya ada yang terbuang ke atmosfer, sekarang tail gas dimanfaatkan sebagai gas bakar. Nilai penghematan energinya mencapai 0,4 MMBTU/ Ton NH3,”jelasnya.

Langkah ini, lanjutnya, adalah komitmen perseroan untuk terus menjadi perusahaan yang efisien dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, program yang berkaitan dengan efisiensi dan ramah lingkungan akan terus digalakkan untuk meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. (bani)

Related posts