Ada Nilai Efisiensi Cukup Signifikan Bagi XL - Rencana Merger Dengan AXIS

NERACA

Jakarta – Meskipun aksi korporasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) melalukan merger dengan PT Axis Telekom Indonesia (AXIS) belum mendapatkan persetujuan dari pemegang saham, lantaran proses panjang yang harus di lalui. Namun perseroan optimis aksi korporasi ini akan berjalan lancar dan menyakini dengan merger tersebut mampu melakukan efisiensi.

Direktur Commerce PT XL Axiata Tbk Joy Wahjudi mengatakan, adanya merger dengan AXIS tentunya ada sinergi kerjasama ini akan menguntungkan kedua pihak dan tentunya efisiensi biaya operasional, “Merger dengan AXIS akan ada efisiensi yang sangat signifikan, seperti pengadaan dealer yang tidak perlu bertambah. Tetapi cukup memanfaatkan dealer yang sudah ada,”ujarnya di Jakarta, Selasa (10/12).

Namun sayangnya, dirinya belum mau menyebutkan potensi nilai efisiensi yang bakal didapat perseroan bila merger dengan AXIS jadi dilakukan. Sebagai informasi, sejumlah pengamat dan praktisi telekomunikasi mengapresiasi langkah Kemenkominfo menyetujui merger XL dan AXIS. Hal ini menunjukan ada kesepahaman antara regulator dan operator telekomunikasi mengenai perlunya konsolidasi di industri telekomunikasi.

Direktur Eksekutif Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Eddy Thoyib mengapresiasi keputusan Kemenkominfo yang mendukung konsolidasi di industri telekomunikasi. Pengambilan frekuensi 10 MHZ di spektrum 2100 MHz juga merupakan keputusan yang sangat bijak dan fair dengan mempertimbangkan kebutuhan frekuensi setiap operator.

Bila dilihat dari peta kepemilikan frekuensi pasca merger, di spektrum 2100 MHz, XL-AXIS memiliki 15 MHz, sama dengan kepemilikan Telkomsel yang memiliki 15 MHz, dan lebih sedikit dari Indosat dengan 10 MHz. Adapun di frekuensi 1800 MHz, dengan tambahan 15 MHz dari AXIS, XL kini memiliki 22,5 MHz. Jumlah juga sama dengan Telkomsel dengan 22,5 MHz, dan lebih sedikit dari Indosat dengan 20 MHz.

Kemudian untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah, perseroan kembali menggandeng kerjasama dengan 9 bank di Indonesia untuk pengembangan bisnis E-Channel untuk transaksi pembelian paket data. Transaksi pembelian paket data XL melalui electronic channel bank akan memungkinkan pelanggan XL untuk mengakses berbagai layanan XL melalui mesin anjungan tunai mandiri.

Diharapkan, dengan pengembangan bisnis ini bisa meningkatkan pendapatan sebesar 4%. Asal tahu saja, saat ini pelanggan XL baru sekitar 20% yang memanfaatkan isi pulsa dengan cara modern atau E-Channel dan sisanya 80% masih cara konvensional. Diharapkan, dengan makin maraknya kerjasama antar perbankan, bisnis online dan Alfamart, jumlah pelanggan XL yang menggunakan isi pulsa cara modern dalam tiga tahun kedepan meningkat menjadi 40%. Sebagai informasi, pelanggan XL yang melakukan isi pulsa tiap harinya mencapai 5 juta pelanggan dengan nilai transaksi sekitar Rp 52 miliar perharinya. (bani)

BERITA TERKAIT

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…

Anggota Komisi VI DPR RI Berikan Bantuan Mesin Bagi IKM Kota Sukabumi

Anggota Komisi VI DPR RI Berikan Bantuan Mesin Bagi IKM Kota Sukabumi NERACA Sukabumi - Anggota Komisi VI DPR RI…

Fitch Rating Nilai Kas Operasional Negatif - Penurunan Peringkat LPKR

NERACA Jakarta – Sempat dituding karena keputusan menurunkan peringkat PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tidak berdasar, membuat lembaga pemeringkat internasional…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp 3,93 Triliun

Di kuartal tiga 2018, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih Rp3,93 triliun, naik 49,67% year on year (yoy)…

BEI Suspensi Saham Trancoal Pacific

Mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dihentikan sementara atau disuspensi oleh PT…

Hotel Mandarine Bakal Gelar Rights Issue

Perkuat modal dalam rangka mendanai ekspansi bisnisnya, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) berniat menerbitkan saham dengan hak memesan efek…