Adira Turunkan Target Pembiayaan di 2014

NERACA

Jakarta - Perusahaan pembiayaan Adira Finance memproyeksikan pertumbuhan penyaluran pembiayaan di tahun 2014 dapat meningkat sebesar 8%. Angka ini turun lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya sebesar 10%. Pasalnya untuk melihat kondisi ekonomi tahun depan belum dapat diprediksi dapat tumbuh lebih positif.

“Pada tahun 2014 kemungkinan pembiayaan hanya tumbuh sebesar 8% atau target hingga akhir tahunnya mencapai Rp35,64 triliun. Rasanya sulit melihat lebih dari itu di tahun 2014. Mengingat kondisi ekonomi masih kurang stabil,” kata kata Chief Executive Officer Adira Finance, Willy Suwandi Dharma, di Jakarta, Selasa (10/12).

Mengenai strategi, Willy mengaku pihaknya berharap pada rangasangan dari petumbuhan investasi portofolio. Selain itu juga akan menambah jaringan cabang di daerah-daerah. Selain itu juga akan mengevaluasi jaringan yang sudah ada. Katanya tidak dapat dipungkiri Adira akan menututup jaringan yang tidak optimal.

“Sejauh ini kita punya 690 titik jaringan di Indonesia. Untuk mencapai pertumbuhan 8% pastinya kita akan menambah jaringan juga mengoptimalkan jaringan yang sudah ada. Tapi juga kemungkinan menutup jariangan yang kurang optimal,” tutur Willy.

Lanjut, Willy mengklaim produk andalan Adira Finance di tahun 2014 masih fokus pada pembiayaan barang otomotif, khususnya mobil dan sepeda motor. Meski begitu, dia melihat akan ada penurunan pembiayaan pada tahun depan. Mengingat pemerintah sudah menetapkan pajak barang impor sebesar 7,5% dalam Undang-Undang (UU) PPh Pasal 22 kemarin.

“Kemungkinan ada penurunan pencapaian pada produk sepeda motor mengingat pemerintah kemarin sudah meninggikan pajak untuk barang impor termasuk otomotif. Selama ini kan porsentasenya mobil sebanyak 48% dan sepeda motor sebanyak 52%. Nah kedepan sepeda motor mungkin hanya capai 51%. Sedangkan mengenai bunga pembiayaan, kita mematok sebesar 14,5% pada jenis kendaraan roda empat. Sedangkan sepeda motor sebesar 20%,” jelas Willy.

Perlu diketahui, sebelumnya Head of Corporate Secretary Adira Finance Perry B Slangor melaporkan, pada 2014 mendatang PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) menargetkan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 10%. Target ini sekitar Rp36,3 triliun jika dibandingkan target 2013 ini yang mencapai Rp33 triliun. Sedangkan produk yang menjadi andalan masih fokus pada sepeda motor dengan target pembiayaan sebesar 1 juta unit.

“Hingga periode September 2013 ini, tambah Perry perusahaan berhasil membukukan pembiayaan baru sebesar Rp24,8 triliun atau tumbuh 2% dalam satu tahun dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk piutang yang dikelola perusahaan tumbuh 5% menjadi Rp47,4 triliun. September tahun ini tumbuh hanya 2%. Karena ada dampak aturan DP (uang muka) ini pengaruh lebih banyak ke motor,” tukasnya. [lulus]

BERITA TERKAIT

BTN Pacu Pembiayaan Perumahan Sektor Non Formal

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memacu pembiayaan perumahan di sektor non formal dengan memfasilitasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR)…

Realisasi Pajak Daerah Sukabumi Lebihi Target - BPKD Siap Jalankan Instruksi Walikota Terapkan Transaction Monitoring Device

Realisasi Pajak Daerah Sukabumi Lebihi Target BPKD Siap Jalankan Instruksi Walikota Terapkan Transaction Monitoring Device NERACA Sukabumi - Realisasi pajak…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

SMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp9 Triliun

  NERACA   Jakarta - BUMN pembiayaan sekunder perumahan PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang dengan…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…