Bisnis Indomobil Multi Jasa Tidak Terpengaruh - Dampak Kenaikan BI Rate

NERACA

Jakarta- PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) mengaku kenaikkan BI rate serta fluktuasi ekonomi tidak berdampak signifikan pada bisnis perseroan. Perseroan pun menilai, potensi bisnis jasa pembiayaan rental mobil dan penjualan otomotif masih positif pada tahun mendatang. Apalagi dengan adanya produk mobil ramah lingkungan. “Kalau dilihat, industri otomotif akan tertolong dengan kedatangan low cost and green car (LCGC), jadi meski pertumbuhan perbankan merosot, penjualan otomotif akan tetap baik,” kata Direktur Utama PT Indomobil Multi Jasa Tbk, Jusac Kertowidjojo di Jakarta, Selasa (10/12).

Menurut dia, kinerja perseroan akan didukung dengan konsolidasi dua anak usaha yang bergerak di jasa rental mobil dan pembiayaan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Bisnis jasa rental masih akan berjalan baik seiring dengan konsumen perseroan yang didominasi segmen korporasi. Pihaknya mencatat, hampir 100% konsumen divisi jasa rental perseroan dari corporate sehingga tidak terlalu berdampak dengan fluktuasi luar negeri, “Apalagi konsumen kami di luar group Indomobil cukup besar," ujarnya.

Pihaknya pun meyakini industri otomotif masih memiliki potensi yang tinggi di tahun-tahun berikutnya, meskipun volatilitas di pasar saham terus terjadi. Tercatat ditahun lalu, pertumbuhan otomotif perseroan mampu menyaingi Thailand yang selama 10 tahun terakhir selalu lebih rendah."Kami dari grup otomotif masih melihat potensi yang besar di otomotif. Tahun lalu sedikit melewati Thailand karena selama 10 tahun lebih rendah. Oleh karena itu dalam situasi volatile seperti sekarang, certainly potensi masih sangat luas," jelasnya.

Seperti diketahui, IMJS memiliki dua anak usaha yang bergerak di bidang pembiayaan dan perusahaan rental yakni PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI) dan PT CSM Corporatama (Indorent). Adapun saham perseroan dimiliki oleh PT Indomobil Sukses International Tbk sebanyak 89,59% dan PT Indomobile Manajemen corpora sebanyak 0,01%. Sedangkan sisanya, dimiliki publik.

Tercatat, pada pencatatan saham perdananya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat mengalami kenaikan menjadi Rp600 per sahamnya pada pembukaan perdagangan sesi pertama. Saham ini sempat menyentuh level terendahnya di angka Rp550 per saham. Total frekuensi saham yang ditransaksikan sebanyak 94 kali dengan total volume sebesar 10 ribu lot dengan nilai transaksi Rp2 miliar.

IMJS menawarkan 450 juta saham ke publik dengan nilai nominal Rp200 per saham atau setara 10,4% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Total dana yang akan diraih dari hasil penawaran saham perdana tersebut sebesar Rp225 miliar. Sebagai informasi, sekitar 60% dari dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan modal kerja entitas anak perusahaan.

Rinciannya, sekitar dua pertiga akan digunakan oleh PT CSM Corporatama (Indorent), dan sepertiganya akan digunakan oleh Indomobil Finance Indonesia (IMFI). Dalam prospektus yang diterbitkan, sisa dana akan digunakan oleh Indorent untuk pelunasan awal fasilitas kredit. Adapun fasilitas pinjaman yang diperoleh perseroan sebelumnya antara lain berasal dari PT Bank Mandiri Tbk senilai Rp 135 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk senilai Rp 512 miliar, dan DBS Indonesia senilai Rp 194 miliar. (lia)

Related posts