Energi Persada Raih Pinjaman US$90 Juta

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengantongi dana pinjaman senilai US$ 90 juta seiring ditandatanganinya perjanjian pinjaman dengan Bank of New York Mellon cabang Singapura.Untuk pinjaman berdenominasi dolar ini perseroan menyebutkan telah menjaminkan sejumlah asetnya.

Direktur ENRG, Didit Hidayat Agripinanto mengatakan, penandatanganan perjanjian pinjaman tersebut dilakukan pada 5 Desember 2013. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk general corporate purposes. Sejumlah aset yang dijaminkan antara lain seluruh saham ENRG di PT Tunas Harapan Perkasa (THP), PT Imbang Tata Alam dan RHI Corporation (RHI). Termasuk saham anak-anak usaha THP dan RHI.“Seluruh hak tagih yang dimiliki anak perusahaan THP dan RHI dari hasil penjualan minyak dan gas juga menjadi jaminan.” Katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (10/12).

Diketahui, perusahaan yang bergerak bidang hulu minyak dan gas ini menargetkan pendapatan pada tahun ini mencapai US$760 juta. Target itu naik 58% dibanding perkiraan pendapatan tahun ini sebesar US$480 juta. Target pendapatan tersebut ditopang oleh produksi tiga blok utama yang telah aktif secara penuh, yaitu Bentu PSC, ONWJ PSC, dan Kangean PSC yang sudah mulai beroperasi.“Kami akan fokus ke tiga blok utama yang sudah mulai beroperasi itu,” kata Direktur Utama Energi Mega Persada, Imam P Agustino beberapa waktu lalu.

Perseroan disebut sebut menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) pada sebesar US$233 juta pada tahun ini. Dana tersebut antara lain diperuntukkan bagi pengembangan usaha perseroan. Alokasi belanja modal ini mengalami peningkatan sekitar 97% dibanding capex tahun ini sebesar US$118 juta.

Sekadar informasi, pada periode Januari-Juni 2013, perseroan membukukan penjualan sebesar US$374,58 juta, naik 54,88% dibandingkan tahun sebelumnya US$241,84 juta. Pertumbuhan angka penjualan dikontribusikan dari peningkatan produksi minyak dan gas dari blok Kangean PSC di Jawa Barat, ONWJ PSC di Riau, dan Bentu PSC, Riau.

Pihaknya mencatat laba bersih di semester pertama 2013 menjadi US$176 juta dari perolehan tahun sebelumnya senilai US$1,2 juta. Kenaikan disebabkan oleh penghasilan dari penjualan kepemilikan 10% di blok Masela PSC, Lautan Arafura. (lia)

BERITA TERKAIT

YLKI Terima 200 Aduan Korban Pinjaman Fintech

NERACA Jakarta-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan, sepanjang tahun ini telah menerima 200 aduan dari masyarakat yang menjadi nasabah dari…

Founder KahmiPreneur Raih Sertifikasi Internasional

  NERACA Jakarta - Pemerintah saat ini tengah gencar mencanangkan kebijakan industri nasional sebagai negara industri maju baru dan menargetkan…

Telkom Raih Asean Engineering Award 2018

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali mendapat penghargaan atas komitmen membangun infrastruktur telekomunikasi digital yang mampu menciptakan pemerataan konektivitas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada AA-. Prospek…

Bakrieland Raup Untung Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun hingga kuartal III-2018…

Pefindo Beri Peringkat A Semen Baturaja

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), serta surat utang jangka menengah atau Medium…