PNM Berbagi Tips Bisnis Online dengan Pelaku UMKM - DI Yogyakarta

NERACA

Yogyakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM kembali membagi trik dan tips bisnis secara online kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) secara regular ini merupakan bentuk kepedulian PNM dalam meningkatkan omzet penjualan para pelaku UMKM yang dibiayai Layanan Modal Mikro (UlaMM).

Pemimpin PNM Cabang Yogyakarta, Dhandi Iswandi menjelaskan sektor usaha para pelaku UMKM yang menyerap pembiayaan ULaMM di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya cukup variatif, mulai dari pedagangan eceran, industri, jasa, hingga sektor pertanian dan perkebunan. Kendati usahanya beragam, mayoritas nasabah ULaMM memiliki kendala yang hampir sama dalam hal pemasaran, yakni keterbatasan akses pasar serta kurangnya pengetahuan informasi dan teknologi.

“Kondisi tersebut menginspirasi kami di PNM untuk membagi trik dan tips pemasaran produk secara online kepada nasabah-nasabah yang memiliki potensi usaha yang cukup bagus,” kata dia di Yogyakarta, Selasa (10/12). Untuk itu, lanjut Dandhi, sesuai dengan tema PKU “Trik Berbisnis On Line Untuk Meningkatkan Omzet Penjualan”, PNM menghadirkan para pakar sekaligus praktisi bisnis online sebagai pemateri, yakni Sofingi, Direktur Modemku.com dan Syamsul Hadi, Direktur Simpulcomm.

Lebih dari 75 pelaku UMKM, yang merupakan nasabah ULaMM, antusias mengikuti pelatihan PKU. Tercatat sejak tahun 2009 hingga November 2013, PNM Cabang Yogyakarta telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp156 miliar kepada 10.976 pelaku UMKM.

Pada kesempatan terpisah, Executive Vice President PNM Arief Mulyadi menuturkan kegiatan pelatihan dan pembinaan usaha tak hanya diperuntukan bagi debitur ULaMM, tetapi juga terbuka bagi pelaku UMKM non-debitur. Aktivitas PKU juga meliputi pembentukan klaster industri unggulan yang potensial untuk dikembangkan.

“Contoh klaster industri bentukan PNM di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya antara lain Klaster Rempeyek di Pelemadu, Bantul; Klaster Pengolahan Limbah Kain Perca di Ungaran, dan Klaster Kripik Slondok di Magelang,” jelas dia. Kegiatan PKU ini merupakan yang ke 170 dan menggenapi jumlah pelaku UMKM yang telah dibina menjadi 7.766 pengusaha.

Komisaris PNM

Menteri BUMN Dahlan Iskan, melalui Keputusan Menteri BUMN No.SK- 2411/MBU/2013 tertanggal 10 Desember 2013, mengangkat Dilza Vierson sebagai Komisaris PT Permodalan Nasional Madani (Persero), menggantikan Purwanto. Pada saat yang bersamaan, Menteri BUMN juga memberhentikan Dilza dengan hormat sebagai Komisaris PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Manajemen PT Permodalan Nasional Madani (persero) atau PNM menyambut positif hadirnya Dilza dalam jajaran Dewan komisaris perusahaan dengan harapan fungsi pengawasan menjadi semakin efektif. “Mewakili jajaran manajemen PNM, kami menyambut gembira diangkatnya Bapak Dilza Vierson sebagai komisaris baru di PNM. Diharapkan kinerja usaha PNM akan terus tumbuh tinggi dan selaras dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau GCG,” kata Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja.

Dengan adanya pergantian komisaris tersebut, jajaran dewan komisaris PNM saat ini terdiri dari Dr Prasetijono Widjojo M.J., M.A. selaku Komisaris Utama dan anggota komisaris dijabat oleh Ir Agus Muharam MSP, Meidyah Indreswari Ph.D, CKM, CCSA, CCMM dan Dilza Vierson N, SE, MM

Sebelumnya pada 4 November 2013, Menteri BUMN Dahlan Iskan memberhentikan dengan hormat anggota Dewan Komisaris PNM Purwanto. Kebijakan tersebut seiring dengan penunjukan Purwanto sebagai Direktur PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

Menurut Parman, selama menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris PNM sejak 31 Maret 2010, Purwanto telah memberikan kontribusi positif sesuai fungsinya sebagai komisaris, khususnya dalam melakukan pengawasan bagi peningkatan kinerja Perseroan. “Selama ini kerja sama dan sinergi telah terjalin apik antara jajaran direksi dan komisaris PNM, khususnya dengan Bapak Purwanto sehingga kinerja PNM bisa terus mengalami pertumbuhan yang positif. Kami optimistis hal ini akan kembali berlanjut dengan komisaris yang baru,” ujar dia. [mohar]

Related posts