Saham Wismilak Dalam Pengawasan BEI

Lantaran mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran, pergerakan harga saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau kategori Unusual Market Activity (UMA). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (10/12).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy mengatakan, bursa menginformasikan adanya indikasi pola transaksi tidak wajar pada saham WIIM yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya (UMA), “Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham WIIM,”ujarnya.

Maka sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham WIIM, pihak bursa menghimbau para investor untuk terus memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mncermati kinerja perseroan, dan mengkaji kembali rencan corporate action perseroan.

Disebutkan, pengumuman UMA tidak serta merta menunjuk adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Pada penutupan peragangan sesi pertama Selasa kemarin, saham MIIM melemah 10 poin atau 1,39% menjadi Rp710 per saham.

Asal tahu saja, saat ini kapasitas produksi PT Wismilak Inti Makmur Tbk mencapai 3 miliar batang rokok per tahun untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Produk Perseroan saat ini mencakup SKT Galan Kretek, Galan Kretek Slim, Wismilak Special dan Wismilak Slim. Produk yang lain yaitu SKM Wismilak Diplomat, Galan Mild dan Diplomat Mild.

Perseroan memiliki 18 kantor cabang, 4 stock point, dan 29 agen, yang berlokasi di berbagai provinsi di seluruh wilayah Indonesia, mencakup pulau-pulau besar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Targetnya, hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan penjualan bersih sebesar Rp 1,6 triliun atau naik 40% dari penjualan tahun 2012 sebesar Rp 1,1 triliun. (bani)

Related posts