Citra Marga Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - Danai Ekspansi Bisnis Jalan Tol

NERACA

Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnisnya, perusahaan jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi di kuartal pertama tahun ini sebesar Rp 2 triliun. Nantinya dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk pembebasan lahan jalan tol Depok-Antasari, pembiayaan anak usaha dan perawatan jalan tol.

Direktur Keuangan PT Citra Marga Nusaphala Tbk, Indrawan Sumantri mengatakan, penerbitan obligasi Rp 2 triliun akan sepenuhnya untuk mendanai modal kerja di tahun depan. Angka ini direvisi dari rencana awal sebesar Rp 1,2 triliun, “Untuk aksi korporasi ini, perseroan sudah menunjuk empat penjamin emisi yaitu, Ciptadana Securities, Sucorvinvest, Trimegah Sekuritas dan Indoprimier Securities,”katanya di Jakarta, Senin (9/12).

Dia menuturkan, penerbitan obligasi ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan perseroan. Disebutkan, dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembebasan lahan tol Depok-Antasari sekitar Rp 613,4 miliar, pinjaman modal anak usaha PT Girder Indonesia dan perawatan tol Waru Juanda Surabaya, pelebaran Jakarta Intra Urban Tollroad (JIUT) dan tol Serpong-Balaraja.

Kata Indrawan, perseroan saat ini tengah mempercepat pembebasan lahan yang saat ini masih 60%. Dimana dari pembebasan 60% lahan tersebut dibutuhkan sekitar Rp 1,1 triliun. Meskipun baru 60%, perseroan menargetkan pembebasan lahan bisa dilakukan 90% pada tahun 2014.

Sementara itu, untuk proyek pelebaran ruas JIUT akan menelan dana sekira Rp1,5 triliun. Pelebaran jalan ini dilakukan karena semakin meningkatnya arus kendaraan keluar masuk tol. Secara total kebutuhan dana untuk pengembangan JIUT Rp3,6 triliun tapi untuk tahun depan baru dibutuhkan Rp 1,5 triliun,”Kalau ini bisa connected, akan paralel ke jagorawi bisa mengurai kemacetan-kemacetan. Itu usaha kami membantu pemerintah mengurai kemacetan yang saat ini terjadi,’ungkapnya.

Sementara itu, untuk proyek tol Serpong-Balaraja akan mulai dilakukan 2014 dengan nilai proyek sekitar Rp 6 triliun dan akan dilakukan secara konsorsium. Untuk proyek ini, pihaknya sudah memenangkan Pra-Qualification (PQ), “Serpong-Balaraja kita menang PQ. Kita masih mengikuti prosesnya mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa closing,”katanya.

Dirinya juga menuturkan, optimis target pendapatan tahun depan sebesar Rp 1,5 triliun bakal terealisasi. Pasalnya, target pendapatan tersebut akan disumbang dari kenaikan tarif tol yang sudah diberlakukan pada 5 Desember 2013 sebesar Rp 1.000,” Pada 5 Desember 2013 kemarin, ada adjustment tarif. Saya cukup optimis dengan pendapatan ini. Kita baru menikmati kenaikan tarif seribu perak. Refleksi tahun ini belum terlihat kontribusi kenaikannya, tetapi baru terasa tahun depan,”tandasnya.

Sementara untuk laba usaha tahun depan, perseroan menargetkan bisa meraih Rp 851 miliar, sehingga laba bersih juga bisa naik menjadi Rp 358 miliar di tahun depan. Namun, untuk tahun 2013, laba usaha perseroan turun 6,4% menjadi hanya Rp 491 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 525 miliar.

Menurunnya laba usaha ini disebabkan naiknya beban usaha perseroan yang cukup signifikan 37,14% menjadi Rp 518 miliar dari tahun 2012 yang hanya Rp 377 miliar. Peningkatan beban usaha ini dikarenakan pemeliharaan jalan tol yang dikelola oleh perseroan yang naik tiga kali lipat akibat adanya pemberlakuan keputusan Kemenhub yang membuat kendaraan berat lewat ke ruas jalan milik CMNP sehingga biaya pembuatan struktur maintanance meningkat yang normalnya Rp 40 miliar per tahun naik menjadi Rp 120 miliar per tahun. Selain itu, volume kendaraanyang juga terus meningkat menyebabkan peningkatan biaya maintanance yang cukup tinggi. (bani)

Related posts