Chandra Asri Kantongi Pinjaman US$265 Juta

NERACA

Jakarta- PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman berjangka tujuh tahun senilai US$265 juta melalui club deal basis dengan sejumlah bank lokal dan internasional. Pinjaman ini disebut-sebut untuk meluluskan ekspansi Naphtha Cracker yang ditargetkan dapat berproduksi akhir tahun 2015.

Direktur PT Chandra Asri Ptrochemical Tbk, Suryandi mengatakan, penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman tersebut dilakukan pada 5 Desember 2013. Sejumlah pihak perbankan terkait, yaitu Bangkok Bank Pcl, cabang Jakarta, The Siam Commercial Bnk Pcl, Indonesia Eximbank, DBS Bank Ltd, dan Deutsche Bank AG, cabang Singapura. “Di sini PT Bank DBS Indonesia akan bertindak sebagai facility agent.” katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (9/12).

Pinjaman yang diperoleh perseroan tersebut, sambung dia, akan digunakan untuk membiayai belanja modal sehubungan dengan ekspansi Naphtha Cracker dari 600.000 KT menjadi 860.000 KT per tahun. Pasalnya, untuk pengembangan usaha ini diperkirakan membutuhkan dana sebesar US$380 juta (Cracker expansion). “Proyek ekspansinya telah dimulai pada kuartal keempat 2013 dan ditargetkan akan mulai produksi pada akhir 2015.” jelasnya.

Dia mengatakan, perseroan telah menyelesaikan penawaran umum terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Jumlah dana yang diperoleh melalui rights issue adalah sebesar US$127,9 juta. Sebagian besar dari dana tersebut juga akan dipakai untuk cracker expansion.

Pelaksanaan rights issue tersebut sepenuhnya didukung oleh Magna Resources Corporation Pte. Ltd, pemegang saham mayoritas PT Barito Pacific Tbk dan SCG Chemicals Co., Ltd. “Dukungan pendanaan yang kuat dari bank dan pemegang saham menunjukkan kepercayaan dan komitmen terhadap rencana bisnis perseroan.” pungkasnya.

Diketahui, emiten yang bergerak di industri petrokimia ini sebelumnya telah menandatangani kontrak kerja sama pengadaan serta konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) pembangunan fasilitas produksi naphta cracker dengan Toyo Engineering Corporation. Pembangunan fasilitas produksi untuk kerja sama ini ditaksir akan menelan dana sekitar US$380 juta.

Disebutkan, dana tersebut akan disokong dari pinjaman dan ekuitas. Targetnya, pembangunan fasilitas produksi Naptha Cracker dapat meningkatkan kapasitas hingga sebesar 43%. Dari pembangunan fasilitas produksi Naptha Cracker, perseroan berencana meningkatkan produksi berbagai produk petrokimia CAP.

Selain itu, perseroan juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi Ethylene menjadi 860 ribu ton per tahun dari kondisi saat ini sebesar 600 ribu ton per tahun. Sementara untuk kapasitas produksi Propylene juga akan ditingkatkan sebesar 150 ribu ton menjadi 470 ribu ton per tahun, produksi Py-Gas meningkat sebesar 120 ribu ton menjadi 400 ribu ton per tahun dan Mixed C4 meningkat sebesar 95 ribu ton menjadi 315 ribu ton per tahun. (lia)

BERITA TERKAIT

Investree Resmi Kantongi Izin OJK

    NERACA   Jakarta - PT Investree Radhika Jaya (Investree) sebagai pionir marketplace lending di Indonesia resmi mengantongi Izin…

Akhir 2019, PNM Targetkan Nasabah Mekaar Capai 6 Juta Orang

Akhir 2019, PNM Targetkan Nasabah Mekaar Capai 6 Juta Orang NERACA Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM…

Indopoly Tebar Dividen Tunai US$ 1,34 Juta

NERACA Jakarta –Berkah dari pencapaian positif kinerja keuangan sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) memutuskan untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Passpod Melesat Tajam 319,63%

Kuartal pertama 2019, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau Passpod berhasil mencetak pertumbuhan laba melesat tajam 319,63% menjadi Rp…

Dulu Rugi, Kini BIPI Untung US$ 8,61 Juta

NERACA Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berhasil mengantongi pendapatan US$16,04 juta di kuartal pertama 2019. Realisasi ini…

PTPP Realisaikan Kontrak Baru Rp 10,75 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan April 2019, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun. “Sampai dengan…