Tidak Semua Obat Bersertifikat Halal

NERACA

Begitu banyak jenis obat dan vaksin di Indonesia. Menteri Kesehatan menegaskan tidak pernah menolak sertifikasi halal, termasuk untuk obat dan vaksin. Namun karena ada ratusan ribu jenis obat dan vaksin, ia mengingatkan bahwa tidak semuanya bisa mendapatkan sertifikat halal.

"Sekarang kan ada beratus-ribu obat dan vaksin, mereka tidak bisa semuanya bersertifikat halal. Saya bukan ahli agama, kami ada majelis MPKS (Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara), syariat. Tapi untuk saya adalah kalau pasien tidak boleh, terus bagaimana kalau tidak ada obat lain? Itu saja kerisauan saya," ujar Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.

Nafsiah mengatakan, Rancangan Undang-undang (RUU) Jaminan Produk Halal sudah ada sejak Siti Fadillah Supari masih menjabat Menkes. Waktu itu, pembahasannya berhenti karena Siti Fadillah Supari juga mempertanyakan sertifikasi halal untuk obat dan vaksin.

Menkes merasa berkepentingan untuk melindungi pasien yang butuh pengobatan. Jika semua obat dan vaksin harus bersertifikat halal, Menkes khawatir sebagian pasien tidak bisa mendapatkan obat karena tidak ada alternatifnya lalu penyakitnya tidak sembuh atau bahkan meninggal.

Ia kembali menegaskan tidak pernah mengatakan 'tidak boleh ada sertifikasi halal'. Namun ia mengakui, beberapa obat menggunakan zat-zat yang berasal dari babi dalam proses pembuatannya. Bukan dalam bentuk babi, melainkan sudah menjadi bio-fraction.

"Saya sama sekali tidak menolak. Tapi mohon dipertimbangkan, supaya obat dan vaksin jangan dimasukkan sama dengan makanan dan minuman," tegas Menkes.

BERITA TERKAIT

Jabar Bentuk Konsorsium Halal Center

Jabar Bentuk Konsorsium Halal Center NERACA Bandung - Pemerintah dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Barat (Jabar)…

BPKN: Segera Revisi UU Perlindungan Konsumen! - DINILAI TIDAK SESUAI PERKEMBANGAN ZAMAN

Jakarta-Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendesak pemerintah agar merevisi Undang-undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Karena UU tersebut…

Terlalu Vulgar, Film "After" Tidak Sesuai Budaya Indonesia

Jakarta-Baru dirilis 16 April 2019 di berbagai bioskop di Indonesia, film ‘After’ sudah mengundang kontroversi. Berbagai sorotan, terutama karena adanya…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Angka Harapan Hidup Global Meningkat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat peningkatan angka harapan hidup global sebesar 5,5 tahun dalam rentang 2000 hingga 2016. Wanita diprediksi…

Olahraga Secara Rutin Bisa Cegah Cacat Saat Tua

Kehilangan kemampuan bergerak melakukan aktivitas sehari-hari merupakan masalah yang banyak dialami orang tua. Untuk mencegah masalah kemampuan gerak ini, peneliti…

Makanan Ini Bisa Mencegah Penyakit Jantung dan Darah Tinggi

Menjaga kesehatan jantung tak hanya dengan menghindari makanan cepat saji dan makanan yang diproses berlebihan. Beberapa makanan bahkan baik dikonsumsi…