Solusi Tunas Bidik Pendapatan Rp 1,25 Triliun - Ditopang Penambahan 1000 Tower

NERACA

Jakarta – Perusahaan tower BTS, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) menargetkan pendapatan sebesar Rp1,25 triliun atau naik sekitar 60% pada 2014. Sementara tahun ini, perseroan memperkirakan pendapatan sebesar Rp800 miliar. Nantinya, target pendapatan 2014 tersebut diprediksi dapat diperoleh dari pembangunan 1.000 tower pada tahun depan.

Selain itu, perseroan juga sedang genjar membangun kabel fiber optik guna mendongkrak pendapatan perseroan. Tercatat, tahun ini perseroan sudah memiliki 1.000 km kabel fiber optic, “Tahun depan, kita akan kembali tambah 1.000 kilo meter lagi fiber optik. Kita utamakan di Jakarta, kalau jalan utamanya sudah kita cover. Namun mayoritas pembangunannya di pulau Jawa”, kata Presiden Direktur PT Solusi Tunas Pratama Tbk Nobel Tanihaha di Jakarta, Senin (9/12).

Menurutnya, dengan rencana membangun 1.000 tower dan kabel fiber optik, maka perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp1,5 triliun. Dana tersebut, bersumber dari kas internal dan pinjaman perbankan,“Kita masih ada sisa dana pinjaman perbankan tahun ini sebanyak US$100 juta, sehingga untuk tahun depan kita dapatkan dari kas dan pipnjaman perbankan,”ujarnya.

Dia menambahkan, untuk membangun 1 tower nilai investasinya sekitar Rp1 miliar sampai Rp1,5 miliar. Maka dengan pembangunan 1.000 tower pada tahun depan, perseroan dipastikan akan memiliki 3.900 tower pada 2014. Tercatat, sepanjang tahun ini, perseroan miliki 2.900 tower

Kemudian soal tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, lanjutnya, memberikan dampak berarti bagi perseroan. Pasalnya, perseroan harus merogoh kocek lebih dalam lagi guna melakukan pembangunan tower barunya,”Berdasarkan perhitungan yang dilakukan perseroan, anggaran untuk membangun satu tower akan meningkat berkisar antara 20 hingga 30%. Sektor kontruksi akan naik sekitar 20-30%, Tapi rupiah tidak terus melemah”, jelasnya.

PT Solusi Tunas Pratama Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penunjang telekomunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan, yang antara lain meliputi penyediaan, pengelolaan dan penyewaan menara infrastruktur telekomunikasi.

Asal tahu saja, perseroan sebelumnya dikabarkan mencari pinjaman sindikasi bank asing sekitar Rp3 triliun yang akan digunakan untuk menambah menara telekomunikasi lewat akuisisi dan pembangunan. Kata Direktur Utama PT Solusi Tunas Pratama Tbk, Nobel Tanihaha, pembangunan tower ini lebih banyak di wilayah Jakarta dan sisanya di daerah lain, tapi lebih besar di pulau Jawa. Di luar Jawa hanya 10% dari keseluruhan tower yang perseroan miliki. Selain itu, capex juga dipakai untuk infrastruktur fiber optic dengan persentase kurang dari 10% saja dari dana tersebut.

Hingga semester pertama 2013, perseroan mencatatkan pendapatan naik menjadi Rp375,58 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp220,72 miliar. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp97,45 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp60,31 miliar. Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp3,05 triliun pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai Rp2,16 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp261,75 miliar pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai Rp263,32 miliar. (nurul)

Related posts