PGN Targetkan Pertumbuhan Sekitar 10% - Bisnis Volume Distribusi Gas

NERACA

Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyatakan, target pertumbuhan volume distribusi gas pada tahun depan sekitar 10% bakal terealisasi, “Pasokan gas pada tahun depan sudah pasti akan meningkat, mengingat ada beberapa proyek pengembangan yang akan dimulai pada 2014 mendatang,”kata Corporate Secretary PGN Heri Yusup di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pertumbuhan di tahun depan sekitar 10 hingga 12% masih sesuai RKAP yang akan disusun. Dia menambahkan, dengan target peningkatan distribusi gas tersebut tentu akan berpengaruh positif terhadap pendapatan perseroan, maklum lebih dari 90% pedapatan perseroan dihasilkan dari bisnis distribusi gas.

Peningkatan target volume distribusi ini akan sejalan dengan berjalannya proyek pengembangan jalur pipa gas Rigline I yang menghubungkan muara Bekasi, Tanjung Priouk hingga Muara Karang, Jakarta Utara.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada bulan Juni tahun depan, proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Lampung sudah dapat beroperasi. Sementara perseroan saat ini tengah mengembangkan proyek floating storage regasification unit (FSRU) atau penampung LNG terapung yang terletak di wilayah Lampung.

Kata Heri Yusup, dengan adanya penampung LNG ini diharapkan dapat menjamin pasokan gas untuk wilayah Lampung dan Jawa Barat. Nantinya proyek ini akan memasok gas untuk kebutuhan industri, komersial dan rumah tangga di wilayah tersebut. Adapun alokasi gas yang nantinya akan didapatkan perseroan, dimulai secara bertahap.

Heri menambahkan, untuk tahap awal berkisar lima kargo, kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi 18 kargo. Setelah itu, bisa sampai 29 kargo. Namun dia mengungkapkan, perseroan saat ini belum mengetahui berapa bagian yang akan diterima, mengingat hingga saat ini proses pembagiannya masih di bahas SKK Migas. Pasalnya, pembagian alokasi gas tersebut berada di tangan SKK Migas.

Terkait telah ditandatanganinya share purchase agreement (SPA) oleh PT Pertamina (Persero) untuk mengakuisisi anak usaha Hess Corporation di Indonesia yang menguasai 75% participating interest di Blok Pangkah, Heri mengatakan, hal tersebut belum final. Meskipun begitu dia mengaku, saat ini masih ada blok migas lain yang sedang diincar oleh perseroan. “Di samping Pangkah, kita juga sedang mengincar blok migas lain,” ujar dia. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemprov Banten Targetkan 2022 Bebas Permukiman Kumuh

Pemprov Banten Targetkan 2022 Bebas Permukiman Kumuh NERACA Serang - Pemerintah provinsi (Pemprov) Banten menargetkan pada 2022 bebas permukiman kumuh…

Ambisi NFC Raup Pundi Keuntungan Bisnis Digital - Dirikan Perusahaan Baru

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan ekonomi digital saat ini, menjadi berkah dan peluang bagi PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) untuk…

Blue Bird Bukukan Laba Bersih Rp334,67 miliar - Ditopang Volume Operasional Armada

NERACA Jakarta – Di tengah sengitnya berebut pasar transportasi dengan perusahaan transportasi berbasis online, PT Blue Bird Tbk (BIRD) masih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…