Tahun Depan, Elnusa Garap Bisnis Biodisel - Kontribusi 35% Bagi Pendapatan

NERACA

Jakarta - Anak usaha Pertamina, PT Elnusa Tbk (ELSA) terus mengembangkan bisnis usahanya dan teranyar bakal menggarap proyek pengolahan bisnis bahan bakar nabati atau biodisel pada tahun depan. Nantinya, bisnis pengolahan biodisel akan bekerjasama dengan salah satu perusahaan sawit.

Direktur Utama Elnusa Elia Massa mengatakan, kerjasama perseroan dengan salah satu perusahaan sawit untuk membangun pabrik di Sumatera Selatan. Nantinya pabrik tersebut direncanakan memiliki kapasitas produksi minimum 100 ribu kiloliter (kl),”Kami berharap pabrik ini akan selesai pada November tahun depan. Kita juga berharap, tahun 2015-2018 bisnis baru termasuk biodisel dapat menopang sekitar 35% terhadap total pendapatan perseroan,” kata dia di Jakarta, kemarin.

Pada tahun ini, perseroan mengklaim berhasil mengantongi kontrak sebesar US$ 551 juta. Kontrak ini diperoleh dari bisnis jasa hulu minyak dan gas (migas). Kata Sekretaris Perusahaan Elnusa, Fajriah Usman, kontrak tersebut merupakan gabungan dari hasil sisa carry over tahun sebelumnya dan kontrak baru tahun ini,”Sebesar US$ 178 juta itu sisa carry over tahun 2012 dan tahun sebelumnya, sementara sisanya sebesar US$ 373 itu untuk new kontrak tahun ini,”ungkapnya.

Menurut Fajriah, kontrak sebesar US$ 551 juta tersebut telah direalisasikan perseroan sebesar 45% atau US$ 241 juta pada tahun ini. Sedangkan sisanya, sebesar US$ 310 juta atau 55% akan di-carry over ke tahun berikutnya. Disebutkan, setiap tahun memperoleh kontrak baru dengan kisaran nilai antara US$ 300-400 juta.

Anak Usaha Baru

Saat ini, perseroan tengah memperkuat bisnis layanan di sektor energi dengan mendirikan PT Elnusa Trans Samudera, anak usaha yang bergerak di bidang marine support. Nantinya, Elnusa Trans Samudera secara spesifik akan memberikan jasa pendukung operasional bagi kegiatan perusahaan yang bergerak di bidang energi lepas pantai termasuk di dalamnya adalah perusahaan-perusahaan di bidang minyak dan gas.

Sebagai informasi, hingga akhir 2013, Elnusa memproyeksikan dapat meraih pendapatan sebesar Rp3,9 triliun dengan laba bersih mencapai Rp138 miliar. Namun, perseroan meyakini bahwa laba bersih akhir tahun 2013 dapat melebih target pada tahun ini sebesar Rp160 miliar.

Sementara pada 2014, persreoan membidik pendapatan sebesar Rp4,9 triliun yang dikontribusikan dari entitas utama sebesar 70% dan entitas anak sekitar 30 persen. Sementara untuk target laba bersih tahun depan, ditargetkan mencapai Rp185 miliar.

Terkait belanja modal (capital expenditure/capex) 2014, Elnusa menyiapkan dana sebesar Rp1,2 triliun. Rencananya, capex tersebut akan digunakan untuk bisnis baru senilai Rp400 miliar, driling & oilfield sebesar Rp550 miliar, geoscience Rp200 miliar dan subsidiaries sebesar Rp50 miliar. Sementara itu, capex tahun ini sebesar Rp328 miliar dan hingga September 2013 telah terserap sekitar 85-90 persen atau sebesar Rp285 miliar untuk bisnis perseroan. (bani)

Related posts