Laju Bursa Asia Dorong IHSG Menghijau

Laju bursa saham Asia yang positif sebagai imbas pergerakan bursa saham AS setelah dirilis beberapa data ketenagakerjaan dan konsumer memberikan tambahan sentimen positif bagi laju IHSG.

Hampir seluruh sektor mengalami penguatan seiring dengan aksi beli yang terjadi. Akan tetapi, aksi beli yang terjadi, terutama dari aksi beli asing, dinilai belum terlalu besar seiring masih wait & see pelaku pasar terhadap data-data yang akan dirilis pekan ini, terutama jelang dirilisnya BI rate, “Adanya rilis Paket Kebijakan Ekonomi lanjutan dari MenKo Perekonomian, turut memberikan sentimen positif yang diikuti pula dengan penguatan tipis laju rupiah,”kata Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Senin (9/12).

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4227,23 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4192,47 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4214,34. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun.“Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual sementara investor domestik mencatatkan nett sell”, katanya.

Sementara itu, masih positifnya rilis data-data AS membuat laju dolar AS juga menunjukkan penguatan. Akan tetapi, penguatan dolar AS dapat diimbangi oleh data-data China yang menguatkan nilai tukar Yuan. China telah merilis kenaikan balance of trade pada akhir pekan kemarin dan diikuti oleh rilis inflasinya di awal pekan ini yang angkanya cukup stabil.

Menurutnya, adanya rilis paket kebijakan ekonomi kedua yang mengatur barang-barang impor sedikit ditanggapi positif karena dipersepsikan akan menahan permintaan akan dolar dan akan membuat neraca perdagangan akan lebih baik. Meski rilis data-data ekonomi AS terus menunjukkan pemulihan dan isu tappering off semakin meluas, namun dia menilai pelaku pasar di bursa saham Asia mencoba bersikap optimis akan ketahanaan ekonomi AS bila stimulus benar-benar dikurangi.

Pada perdagangan Selasa (10/12), diperkirakan IHSG akan berada pada support 4185-4206 dan resistance 4221-4238. Laju IHSG mampu bergerak di atas kisaran target resisten (4195-4206) sehingga memberikan harapan akan penguatan lanjutan,”Akan tetapi, oleh karena kenaikan yang terjadi masih dalam zona tren penurunan maka selalu mewaspadai potensi pembalikan arah sesaat. Diharapkan masih ada kesempatan untuk penguatan lanjutan,”jelasnya. (nurul)

BERITA TERKAIT

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target - Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138 NERACA Kota Sukabumi - Laju…

Optimisme Ekonomi Positif Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup menguat seiring penilaian investor terhadap…

Dorong Bisnis Lebih Agresif - Bukalapak Raih Kucuran Dana dari Mirae Asset

NERACA Jakarta –Pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce Bukalapak, mendorong beberapa perusahaan besar lainnya untuk ikut serta memberikan suntikan modal. Apalagi, Bukalapak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…