Laba Bersih Bukopin Syariah Naik 28,32%

​ NERACA

Jakarta - PT Bank Syariah Bukopin hingga akhir November tahun ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp24,33 miliar, ini meningkat sebesar 28,32% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp18,96 miliar. Direktur Utama BSB, Riyanto mengatakan, peningkatan ini ditunjang oleh kenaikkan pembiayaan sebesar 22,66% dari periode sebelumnya.

Riyanto mengatakan, hingga November, total pembiayaan BSB ada disekitar Rp3,2 triliun. “Kenaikkan ini terjadi disemua produk,” katanya di Jakarta, Senin (9/12).Selain itu, dia juga menjelaskan, aset perseroan juga tumbuh sekitar 22,15% yakni sebesar Rp785,250 miliar. “Kenaikkan aset tersebut didorong oleh perolehan dana pihak ketiga (DPK) perseroan yakni sebesar 28,38% menjadi Rp3,05 triliun hingga November ini,” jelasnya.

Namun, Riyanto juga mengharapkan perseroan bisa segera menerima suntikan dana dari induk perusahaannya yakni Bank Bukopin. “Kami harap ya sebanyak-banyaknya, tapi setoran modal menjadi domain shareholder, tapi kami harap rasio kecukupan modal BSB bisa naik dari 12% menjadi sekitar 15 hingga 16%, ini agar kami leluasa berekspansi,” imbuh dia.

Sedangkan untuk pembiayaan, Riyanto mengaku, BSB akan memfokuskan diri kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang akan menyasar semua sektor antara lain, pendidikan, kesehatan, perdagangan, property dan transportasi. Selain itu juga, pada pembiayaan tertahap segmen-segmen tertentu, misalnya pengembangan SDI, peningkatan kualitas pelayanan, baik dalam bisnis proses maupun jaringan outlet, peningkatan risk management and internal control serta peningkatan operaisonal dan pengembangan sistem IT.

Untuk meningkatkan kinerja bisnis dan mempermudah nasabah bertransaksi, maka perseroan meluncurkan tampilan kartu ATM desain yang baru dengan disertai kode bank di ATM yakni Sy Bukopin 521. "Dengan fasilitas yang kami harapkan, maka memberikan kemudahan bagi nasabah dalam menjalankan transaksi, dan meningkatkan pelayanan prima bagi semua nasabah kami," tutupnya.

Riyanto menjelaskan, penerbitan kartu ATM ini dengan memisahkaan kode dari induk usaha Bank Bukopin. Nantinya transaksi dengan BSB akan terpisah dengan kode dari Bank Bukopin. "Tampilan kartu disertai dengan layanan fasilitas ATM agar membuat nasabah menjadi lebih dekat, selain itu, kode bank kami baru ke-521," kata dia. [sylke]

BERITA TERKAIT

Laba Bersih MNC Bank Anjlok 94,73%

NERACA Jakarta – Semester pertama 2019, PT Bank MNC Internasional  Tbk (BABP) mencatatkan laba bersih berjalan sebesar Rp5,28 miliar  atau turun…

Utang Luar Negeri Naik 10%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia per Juni 2019 mencapai 391,8…

Laba Bersih Tiphone Terkoreksi 43,49%

Pencapaian kinerja keuangan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) di paruh pertama tahun ini negatif. Pasalnya, perseroan membukukan laba bersih…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Menkeu Ingin Porsi Asing di SBN Turun

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan basis investor domestik dalam kepemilikan Surat Berharga…

Tiga Bank Lokal Minta Izin Kerjasama dengan WeChat dan Alipay

  NERACA Jakarta -  Bank Indonesia (BI) menyebutkan setidaknya ada tiga bank domestik yang sudah mengajukan izin kerja sama dengan…

Bank Global Mulai Pangkas Jumlah Karyawan

  NERACA Jakarta – Berkembangnya era teknologi informasi turut memberikan perubahan di seluruh lini sektor, tak terkecuali di industri perbankan.…