Harga Rights Issue Bukopin Rp 660 Per Saham

NERACA

Jakarta – PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menetapkan harga pelaksanaan penawaran saham terbatasnya Rp660 per saham dengan melepas 2,66 miliar saham atau 25% dari modal ditempatkan. Berdasarkan prospektus yang diterbitkan Senin (9/12), disebutkan bahwa perseroan akan meraup dana Rp1,75 triliun dari pelaksanaan rights issue dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Disebutkan bahwa Bosowa Corporindo, lini bisnis investasi Bosowa Group diketahui memperoleh HMETD sekitar 371 juta unit saham baru Bank Bukopin, termasuk 200 juta unit saham yang hak pembeliannya dialihkan Koperasi Pegawai Bulog Indonesia (Kopelindo) kepada Bosowa Corporindo.

Sementara KOPELINDO merupakan pemegang 27,08% saham di Bank Bukopin. Sesuai perjanjian pada 25 Oktober 2013, Bosowa akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dalam pelaksanaan rights issue, termasuk jatah 200 juta saham yang telah dibeli dari Kopelindo. Dengan transaksi tersebut, Bosowa Corporindo akan mengendalikan langsung 18,6% kepemilikan di Bank Bukopin setelah aksi korporasi berakhir.

Sebelumnya, Bosowa Corporindo menguasai 13,98% kepemiliakn di Bank Bukopin, setelah melakukan pembelian saham perseroan di pasar pada Juni 2013. Perseroan menyebutkan langkah rights issue tersebut dilakukan untuk memperkuat modal di tahun 2014.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk, Glen Glenardi menyebutkan, pihaknya merencanakan hasil rights issue ini untuk memacu pertumbuhan perseroan dan dialokasikan sepenuhnya untuk modal kerja perseroan pada 2014. Rencananya, pada 11 Desember 2013 perseroan akan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan kepada para pemegang saham.

Dalam aksi korporasi kali ini, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 25% saham baru atau sekitar 2.659.505.614 saham biasa kelas B baru. Perseroan pada saat itu menyebutkan kisaran harga pelaksanaannya sebesar Rp650-Rp700 per saham, dengan begitu perseroan akan memperoleh dana Rp1,72 triliun sampai Rp1,86 triliun. Para pemegang saham nantinya dapat menambah kepemilikan sahamnya di Bank Bukopin dengan cara membeli saham baru yang diterbitkan perseroan.

Dia menjelaskan bahwa, dalam aksi ini tidak memiliki pembeli siaga untuk menyerap rights issue perseroan, akan tetapi para pemegang saham Bank Bukopin memiliki hak untuk membelinya,”Seperti contohnya Bosowa dan Kopelindo yang mempunyai hak beli saham dan akan menyatakan exercise,”ujarnya.

Hingga kuartal ketiga 2013, perseroan membukukan kredit segmen UKMK berhasil tumbuh 16,45% menjadi Rp16,79 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2012 sebesar Rp14,4 triliun. Sedangkan segmen mikro, outstanding kredit mikro mencapai Rp2,98 triliun atau tumbuh 7,76%. Sementara untuk laba, perseroan membukukan laba tumbuh 18,86% year on year dan pertumbuhan aset hingga 12,54% menjadi Rp69,15 triliun. (nurul)

Related posts