BKKBN Gelar Wayang Kulit Bersama Sujiwo Tejo

Banyak cara memang untuk menyosialisasikan program Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat luas. Mengenalkan program pemerintah memang bukanlah suatu hal yang mudah. Kali ini BKKBN memilih pagelaran wayang kulit dan hiburan semalaman suntuk sebagai sarana untuk mengkampanyekan program pengendalian penduduk nasional.

Digelar belum lama ini di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, acara ini menyampaikan beragam informasi dan program BKKBN yang dikemas unik dalam hiburan yang dikemas semalaman dan cuma-cuma untuk semua masyarakat. Pagelaran ini juga akan diselenggarakan di enam kota berbeda yaitu Bandung, Jakarta, Pontianak, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta.

Ikut diramaikan dalang yang sudah tidak asing lagi yaitu Sujiwo Tejo, dengan lakon yang dimainkan bertajuk "Srikandi dan Mustokoweni". Salah satu kreativitas yang akan ditampilkan oleh Sujiwo Tejo adalah memadukan wayang, gamelan dan jazz. Tidak ketinggalan pula penampilan band betawi The Jiung yang sukses membawakan beberapa lagu dari musisi betawi alm Benyamin S, diantaranya lagu “Disini Aje”. Terlibat pula dalam kolaborasi itu sejumlah musisi jazz yang ikut meramaikan acara pada malam itu.

BKKBN kini memang sedang gencar-gencarnya dalam mensosialisasikan programnya, melalui pementasan wayang kulit ini yang dipandang efektif menjangkau berbagai lapisan sosial masyarakat, BKKBN berharap programnya dapat tersosialisasi dengan baik. Sasaran utamanya justru anak-anak muda Indonesia yang jumlahnya saat ini mencapai 64 juta jiwa. Ada berbagai program yang telah digelar mulai dari lomba rap, stand up comedy dan juga pagelaran wayang kulit.

Srikandi dan Mustokowenibercerita tentang dua perempuan, yang merangkap ahli perang. Srikandi ahli panah, Mustokoweni bisa mengubah dirinya ke berbagai karakter. Sujiwo Tejo mengatakan “Seorang ibu bukanlah seseorang yang melahirkan saja, jika hanya melahirkan bukanlah seorang ibu, tapi seorang ibu adalah seorang yang ikut merawat dan membesarkan anaknya.”

Related posts