Mengilapnya Bisnis Wallpaper

Usaha penjualan dan jasa pemasangan wallpaper belakangan ini semakin dilirik banyak kalangan. Pangsa pasar yang kian luas karena tren wallpaper yang terus berkembang, menjadikan pelaku usaha penjualan dan pemasangan wallpaper semakin menjamur.

NERACA

Di Indonesia, penggunaan wallpaper sempat menjadi tren di akhir 1980-an. Namun, beberapa tahun belakangan, wallpaper kembali diminati masyarakat Indonesia. Alasannya, karena penggunaan wallpaper cukup praktis dan fleksibel.

Tak heran kenapa para pemilik bangunan baik apartemen, kantor, rumah kini berlomba-lomba menampilkan wallpaper terbaik di hunian (bangunan) mereka. Seperti Nur misalnya, pemilik bengkel mesin di bilangan Jakarta barat ini, menghias kantornya di lantai 3 dengan wallpaper agar tampil nyaman dan menyegarkan. Tak hanya untuk dia, tetapi juga untuk para kliennnya.

“Ya, biar enak saja pakai wallpaper, kalau seperti ini kan ruangan terasa lebih nyaman, jadi bukan hanya saya (pemilik bangunan) klien saya pun akan betah berlama-lama di sini untuk berbicara bisnis,” tegas dia.

Nah, keberadaan orang-orang seperti Nur lah, yang menjadikan penjualan serta pemasangan wallpaper ini sebagai bidang bisnis yang cukup menjanjikan. Kini, banyak kalangan yang menyertakan penjualan serta pemasangan wallpaper sebagai tambahan dari usaha lainnya. Fauzan, misalnya, pria kelahiran 1974 itu mengaku menyertai usaha gordennya dengan penjualan serta pemasangan wallpaper.

Awalnya dia hanya karyawan sebuah perusahaan desain interior yang fokus di gordennya saja, tetapi lambat laun boss saya melihat peluang usaha di wallpaper cukup menjanjikan, makanya dia menyertakan bisnis ini pada bisnis gorden. "Karena melihat peluangnya cukup bagus, saya beranikan diri keluar dan membuka usaha sendiri,” jawab Fauzan.

Banyak kalangan menurut Fauzan yang lebih memilih menggunakan kertas dinding atau wallpaper untuk melapisi tembok bangunannya ketimbang cat agar ruangan nampak indah dan nyaman.

Omzet dan Persaingan

Ceruk pasar usaha penjualan serta pemasangan wallpaper semakin hari semakin terbuka lebar, hal itu seiring gencarnya pembangunan di Indonesia, gencarnya pembangunan yang ada saat ini sontak menjadikan bisnis penjualan dan pemasangan wallpaper bak cendawan di musim penghujan. Walaupun keuntungan yang diraih tak lebih dari 30% dari modal bisnis, karena peminatnya yang kian besar keuntungan pun semakin menjanjikan.

Meski demikian, di tengah peluangnya yang masih terbuka lebar, persaingan bisnisnya pun smakin ketat. Dan itu, mengharuskan para pemain di sektor tersebut harus lebih kreatif untuk memenagkan persaingan. Misalnya, menjalankan strategi jemput bola, dengan mendatangi perumahan-perumahan atau tempat makan atau kantor yang ramai, pastinya membuka kesempatan tersendiri bangi Anda.

Selain itu, agar lebih efektif, berpromosilah melalui internet dan jejaring sosial. Anda juga harus fokus terhadap kebutuhan wallpaper, misalnya untuk rumah tinggal. Meski kecil, pemasngan wallpaper di dinding di rumah tinggal lebih mudah dan fleksibel. Beda untuk memasang wallpaper untuk apartemen atau kantor.

“Ya berdasarkan pengalaman saya, biasanya tukang hanya boleh bekerja pada waktu tertentu dan harus mengurus izin ke keamanan internal gedung. Dengan kata lain memasang wallpaper di kantor lebih rumit daripada memasangnya untuk kalangan rumahan,” jelas Fauzan yang mengaku pernah memasang wallpaper di gedung Jasa Raharja beberapa tahun silam.

Related posts