Pergerakan IHSG di Desember Masih Rapuh - Hanya Menguat Sesaat

NERACA

Jakarta – Mengawali Desember di penghujung tahun, indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak menguat dan hal ini memberikan harapan baru akan mulai keluar dari tren pelemahannya. Namun sayangnya, penguatan yang terjadi hanya sesaat. Laju IHSG pasca penguatan di awal pekan kemarin bukannya melanjutkan kenaikan, malah sebaliknya longsor dan bahkan lebih rendah dari akhir pekan pada 2 pekan sebelumnya yang seharusnya dapat dijaga.

Sepanjang pekan kemarin, asing kembali bertambah aksi jualannya hingga senilai Rp1,15 triliun atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya Rp8,69 miliar. Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada menjelaskan, adanya rilis inflasi dan neraca perdagangan di awal pekan yang dianggap positif memberikan amunisi baru pada IHSG sehingga dapat memperpanjang kenaikan yang di pekan sebelumnya di capai. Meski rilis inflasi tersebut lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya namun, tidak terlalu tingginya angka inflasi tersebut membuat pelaku pasar tidak menanggapinya terlalu negatif.

Begitu pun dengan rilis neraca perdagangan yang ternyata surplus meski tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami defisit cukup tinggi. Pelaku pasar pun memanfaatkan sentimen positif tersebut untuk kembali masuk meskipun laju bursa saham Asia tampak variatif cenderung melemah tipis.“Sedangkan laju Rupiah yang di awal pekan ikut menguat turut menambah sentimen positif yang ada. Akan tetapi, pasca mengalami kenaikan tersebut, tampaknya laju IHSG kurang bergairah yang terlihat terus menunjukkan pelemahannya. Pelaku pasar kembali pada realita dimana kembali wait & see terhadap rilis RDG BI dan FOMC,”jelasnya di Jakarta, kemarin.

Di sisi lain, laju bursa saham Asia yang memerah terimbas pelemahan bursa saham AS sebelumnya membuat IHSG kembali terperangkap dalam aura negatif. Apalagi isu tappering off The Fed mulai banyak didengungkan sehingga membuat pelaku pasar cenderung panik dan melepas posisi.

Di akhir pekan, aksi beli membawa bursa saham AS menguat IHSG selama sepekan kembali mengalami penurunan -75,65 poin (-1,78%) atau lebih dalam dari pekan sebelumnya sebesar -61,52 poin (-1,42%). Pelemahan ini juga diikuti indeks utama lainnya yang mayoritas juga turun a.l IDX30 yang drop -2,37% diikuti indeks LQ45 dan JII yang masing-masing turun -1,97% dan -1,87%.

Disamping itu, laju indeks sektoral mayoritas mengalami pelemahan. Akan tetapi, laju indeks perkebunan dan pertambangan dapat menghijau dengan kenaikan masing-masing 3,92% dan 1,44%. Pelemahan dipimpin sektor keuangan yang anjlok -3,24% dan diikuti sektor infrastruktur dan aneka industri yang masing-masing tergelincir -3,21% dan -2,14%.

Diperkirakan pekan depan, IHSG akan berada pada rentang Support 4144-4169 dan Resisten 4265-4335. Diharapkan rilis data-data ekonomi di awal pekan dapat lebih baik untuk mengurangi tekanan jual namun, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah. Adapun saham -saham yang dapat diperhatikan a.l: AKRA, PGAS, SMGR, AALI, INTP, JSMR, BWPT, INCO, MAIN, AISA, BMTR, WIKA, & TBIG .

Sementara pada perdagangan Senin awal pekan (9/12), IHSG diperkirakan akan berada pada support 4135-4166 dan resistance 4195-4206. Laju IHSG sempat berada di bawah kisaran target support (4178-4200) meskipun dapat kembali masuk dalam kisaran target support tersebut. Masih ada potensi untuk menutup utang gap 4072-4102 bila tidak ada sentimen positif yang mampu menahan pelemahan yang terjadi.

Pertimbangan saham-saham TBIG Spt5900-5950 Rst6300-6450|White marubozu di atas middle bollinger band(MBB)|Trd buy slm up6100 , LPCK Spt4750-4900 Rst5000-5150|Inverted hammer. RSI upreversal|Trd buy slm up4900 , JPFA Spt1180-1210 Rst 1250-1270|Tweezers bottom di bawah MBB|BoW if below 1210 , AKRA Spt4800-4875 Rst5000-5050|Stochastic & RSI masih upreversal|Trd buy slm up4875 .

Saham-saham lainnya AALI 23800-25250|Trd buy selama up24600 , MLPL 345-375|Trd buy selama up360 , TOTL 570-650|BoW if below 600 , HRUM 3200-3400|Trd sell jika 3250 gagal bertahan , PWON 240-270|BoW if below 245. (nurul)

Related posts