Ratifikasi Pengendalian Tembakau Ditentang - Industri Rokok

NERACA

Jakarta - Rencana pemerintah untuk meratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC) ditentang oleh pengusaha industri rokok dalam negeri. Ketua Forum Pengusaha Rokok Kudus, Havas Gunawan mengatakan pemberlakuan FCTC ini akan membuat produk tembakau lokal tersisih.

"FCTC itu tujuannya untuk penyeragaman jenis rokok, padahal produk tembakau dari Indonesia sudah memiliki ciri khas sendiri. Jadi, itu bisa mengancam rokok kretek. Kerugiannya ditaksir bisa mencapai miliaran rupiah," ujarnya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (7/12).

Menurut Havas, hilangnya rokok kretek akibat pemberlakuan FCTC tentunya akan berakibat terjadinya pengurangan pekerja di sektor industri rokok besar-besaran, hingga pabrik gulung tikar. "Dampak dari buruh, buruh terancam kehilangan mata pencaharian," lanjutnya.

Dia menjelaskan, secara keseluruhan pekerja di sektor industri tembakau menyerap tenaga kerja sekitar 4,1 juta tenaga kerja. Dari jumlah itu 93,77% diserap kegiatan usaha pengolahan tembakau, seperti pabrik rokok. Sedangkan, penyerapan di sektor pertanian tembakau menyerap sekitar 6,23%.

"Lebih rincinya 1,25 juta orang telah menggantungkan hidupnya bekerja di ladang cengkeh dan tembakau, 10 juta orang terlibat langsung dalam industri rokok, dan 24,4 juta orang terlibat secara tidak langsung dalam industri rokok," jelasnya.

Havas meyakini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri memiliki misi dan visi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif. Salah satu definisi dari pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah mengamanatkan kepada pemerintah untuk melakukan akselerasi maupun peningkatan bagaimana setiap 1% pertumbuhan ekonomi itu mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 450 ribu orang. "Kalau tetap ngotot meratifikasi FCTC, berarti menteri itu telah mengingkari visi misi Presiden SBY," tandasnya.

Petani Menolak

Sementara itu, ribuan petani tembakau dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur melakukan aksi damai untuk menyampaikan aspirasinya menolak aksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC/Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau) -WHO yang dinilai merugikan petani tembakau.

Juru Bicara Petani Tembakau Indonesia Budidoyo dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, mengatakan, kedatangan para peteani tembakau itu juga dalam rangka memperingati Hari Tembakau Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 29 Oktober serta hasil kesepakatan para petani tembakau seluruh dunia yang tergabung dalam International Tobacco Growers Association (ITGA/Asosiasi Petani Tembakau Internasional).

Pada 29 Oktober 2012 akan menandai peristiwa penting lainnya bagi ITGA yakni peluncuran "World Tobacco Growers’ Day" (WTGD/Hari Petani Tembakau Sedunia) yang pertama. "Ini akan menjadi acara tahunan yang menyatukan 30 juta petani tembakau sedunia untuk menyorot dampak positif dari segi sosial dan ekonomi masyarakat, untuk mengingat warisan budidaya tembakau, serta mendidik masyarakat tentang permasalahan yang berdampak pada mata pencaharian petani tembakau," kata Budidoyo.

Dalam peringatan Hari Tembakau Sedunia 2012 ini akan berfokus pada ancaman kepada petani tembakau dunia yang dibawa oleh FCTC-WHO. Pada COP5 di Seoul bulan November yang antara lain akan merekomendasikan sejumlah poin, seperti melarang harga minimum dan pelelangan daun tembakau, membatasi produksi dengan mengatur musim tanam tembakau.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Dukung IoT Untuk Kemajuan Industri - Laboratorium IoT XL Terlengkap

NERACA Jakarta - Pemerintah mendukung operator telekomunikasi membentuk Internet of Things (IoT) sebagai salah satu solusi untuk mendukung kemajuan sektor…

Pemerintah Terus Pacu Industri Nasional Berdaya Saing Global - 4 Pilar Utama Bikin Indonesia Hebat

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan ada empat pilar utama yang akan membawa Indonesia mengalami lompatan jauh dengan…

Tumbuh 10%, Industri Minuman Didorong Terapkan Standar Hijau - Manufaktur

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong sektor manufaktur di Indonesia untuk menerapkan konsep industri hijau. Upaya ini sejalan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kementan Salurkan 1.225 Sapi Indukan ke Peternak

NERACA Jakarta – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan menyalurkan sapi indukan jenis Brahman Cross sebanyak 1.225…

Jerman Dukung Penuh Sawit Berkelanjutan di Indonesia

NERACA Jakarta – Pemerintah Jerman mendukung pembangunan kelapa sawit berkelanjutan yang mengacu kepada mekanisme Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang…

Kemenperin Rancang Insentif, Indeks dan Inovasi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0. Peta jalan…