Pelaku Bisnis Diminta Tingkatkan Nilai Kebangsaan

NERACA

Jakarta - Pemahaman nilai-nilai kebangsaan Indonesia bagi para pelaku ekonomi, tanpa terkecuali di kalangan pengusaha dinilai sangat penting bagi ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi dinamika era globalisasi. Hal ini diakui telah menjadi sorotan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Ketua Umum Kadin Suryo B. Sulisto mengatakan, anggapan bahwa business is business dan tidak ada kaitannya dengan wawasan kebangsaan adalah keliru. Pasalnya, wawasan kebangsaan justru diperlukan sebagai orientasi dasar dalam berbisnis.

Lemahnya wawasan kebangsaan, kata dia, bisa menjadi sumber hambatan ekonomi dan bisnis yang kerap ditemui, misalnya buruknya infrastruktur, korupsi, perburuhan, konflik sosial, kerusakan lingkungan, penyelundupan, ketergantungan pada pihak asing dan sebagainya. Oleh karenanya, landasan wawasan kebangsaan perlu diperkuat oleh semua pihak.

“Kita semua mencoba mengatasi hambatan-hambatan ekonomi dengan peraturan perundang-undangan, dengan teknologi dan dengan permodalan serta kerjasama dengan negara lain. Namun kita melupakan bahwa pada dasarnya semua permasalahan tersebut bersumber dari lemahnya wawasan kebangsaan kita,” kata Suryo di sela-sela acara Pelatihan Kadin Bersama Lemhannas dengan tema, Optimalisasi Peran Pengusaha dalam Menghadapi Dinamika Perekonomian Global, Jum’at (6/12).

Menurut Suryo, peran swasta akan sangat besar dalam ASEAN Economic Community yang akan berlaku mulai tahun 2015. Hal ini dikarenakan ASEAN Community bukan sekedar merupakan forum kerjasama, tetapi juga merupakan keterpaduan atau integrasi tiga pillar kehidupan, yaitu sosial budaya, politik dan keamanan, serta ekonomi.

“Peran swasta akan sangat besar, sehingga dengan demikian diperlukan orientasi kebangsaan yang jelas dan kuat untuk kepentingan bisnis yang selaras dengan kepentingan nasional,” kata Suryo.

Sementara itu Ketua Penyelenggara Pelatihan Kadin-Lemhanas Yugi Prayanto mengatakan, salah satu hal yang bisa dipersiapkan Indonesia untuk menghadapi tantangan global adalah dengan memperkuat economic intelligent, sehingga apa yang terjadi di luar bisa diprediksi dampaknya terhadap dalam negeri dengan segera. Tidak hanya itu, pemetaan strategi para pelaku ekonomi nasional juga perlu diperkuat demi ketahanan ekonomi yang harus dijaga.

"Pertumbuhan ekonomi cenderung baik beberapa tahun terakhir dan pandangan dunia terhadap Indonesia juga semakin baik, hanya kesiapan para pelaku ekonomi terhadap itu juga harus diperhatikan,” kata Yugi yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan itu.

Menurutnya, pemahaman nilai-nilai kebangsaan Indonesia bagi para pelaku usaha sangat penting bagi ketahanan ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi dinamika era globalisasi. Oleh karena itu, perlu upaya antisipasi terhadap permasalahan ekonomi, dari sudut pandang kebangsaan.

“Selain wawasan kebangsaan, kita juga bisa mengembangkan wawasan bisnis, serta melakukan pengkajian strategis dalam mengembangkan potensi pertumbuhan ekonomi agar lebih baik," tuturnya.

Selain itu, dia menambahkan Indonesia perlu memperkuat economic intelligent guna mengetahui dampak negatif eksternal terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. Adapun, pemetaan strategi para pelaku usaha juga perlu diperkuat.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Lemhannas, Budi Susilo Soepandji mengatakan, para pelaku usaha juga memiliki tanggung jawab secara moral bersama pemerintah untuk ikut memajukan ekonomi demi kesejahteraan rakyat. Untuk itu, saat ini perlu dibangun kekuatan nasional yang dijiwai dengan nasionalisme. "Pengusaha bisa menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan usaha-usaha baru," kata dia.

Melalui pelatihan wawasan kebangsaan, lanjut dia, diharapkan dapat melahirkan pola pikir yang integratif dan holistik, kooperatif dan sinergis, dapat menyelesaikan masalah-masalah perekonomian yang dihadapi secara profesional, serta memantapkan komitmen membangun perekonomian untuk kesejahteraan rakyat.

Related posts