BI Keluarkan Regulasi Penyertaan Modal

NERACA

Jakarta -Untuk harmonisasi dari Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 5/10/PBI/2013 BI, menerbitkan aturan baru tentang penyertaan modal oleh anak perusahaan bank. Ini terdapat pada PBI Nomor 15/11/PBI/2013, peraturan ini menyempurnakan PBI sebelumnya yang dicabut karena perubahan pasal yang cukup banyak.

Direktur Kepala Grup Departemen Penelitian dan Pengaturan Bank Umum BI, Trisnawati Gani menjelaskan, dalam peraturan lama, penyertaan modal oleh perusahaan anak bank tidak diatur secara khusus. “Dalam aturan baru ada beberapa hal yang diatur,” ujar Trisnawati di Jakarta, Kamis (5/12).

Selanjutnya dia menjelaskan, dalam aturan baru ada penyertaan modal oleh anak perusahaan pada perusahaan keuangan. “Atau perusahaan penunjang jasa keuangan di bidang sistem pembayaran, selain itu, perusahaan anak juga menerapkan prinsip kehati-hatian dan managemen resiko penyertaan modal,” tambah dia.

Trisnawati mengungkapkan, Bank denganmodal buku satu tidak diperkenankan melakukan penyertaan modal, karena dalam aturan sebelumnya, semua bank bisa melakukan penyertaan maksimal 25%. Dia juga bilang akan merinci maksimal batas penyertaan modal yang bisa dilakukan bank berdasarkan modalnya.

“Bank BUKU 1 tidak diperkenankan melakukan penyertaan modal, BUKU 2 hanya boleh melakukan penyertaan modal maksimal 15%, BUKU 3 maksimal 25% dan BUKU 4 maksimal 35%,” jelas dia.

Trisnawati mengatakan harmonisasi aturan tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketahanan dan daya saing perbankan nasional serta memenuhi standar Internasional. "Kita selalu komit memperkuat stabilitas perbankan kita termasuk mengikuti standar internasional," tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bank juga wajib memantau kecukupan modal secara konsolidasi sampai dengan anak perusahaan, serta anak perusahaan tersebut harus memuat contoh kegiatan usaha perusahaan penunjang jasa keuangan.

Menurut dia, harmonisasi PBI dilakukan untuk meningkatkan ketahanan dan daya saing perbankan nasional dan upaya untuk memenuhi standar internasional. "Kita selalu komitmen memperkuat stabilitas perbankan kita termasuk untuk mengikuti standar internasional," imbuh dia.

Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Prinsip Kehati-hatian dalam Kegiatan Penyertaan Modal mengatur kembali kegiatan penyertaan modal, yang merupakan salah satu bagian dari kegiatan penanaman dana Bank.

Antara lain persyaratan umum berupa persyaratan tingkat kesehatan sebelum Bank dapat melakukan penyertaan modal, dan jumlah maksimum penyertaan modal yang dapat dilakukan sesuai dengan kapasitas permodalan yang dimilikinya.

Pengaturan dalam PBI ini juga memberikan peluang bagi bank untuk dapat melakukan divestasi penyertaan modal atas inisiatif sendiri dengan memenuhi beberapa persyaratan tertentu, disamping divestasi penyertaan modal yang diwajibkan karena ketentuan. [sylke]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Tekan Kecelakaan Kerja

NERACA Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan memperbaiki regulasi untuk memastikan tingkat kepatuhan perusahaan dalam rangka untuk menekan angka…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Nusantara Properti Oversubscribed

NERACA Jakarta – Pada perdagangan Jum’at (18/1), saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) akan resmi dicatatkan di Bursa…

Tunjang Bisnis Tangki Terminal - AKR Corporindo Pertebal Modal Anak Usaha

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melakukan peningkatan modal pada entitas anak perseroan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…