Adhi Karya Gandeng Pelindo Dan Angkasa Pura - Garap Proyek Pembangkit

NERACA

Jakarta- Selain agresif ekspansi pada pengembangan proyek properti, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) juga tengah mengembangkan proyek pembangkit tenaga listrik. Rencananya, perseroan akan menggarap proyek Independent Power Plant (IPP) berkapasitas 2x50 mega watt (mw) dan 1x60 (mw).

Direktur Utama PT Adhi Karya, Kiswodarmawan mengatakan, proyek Independent Power Plant (IPP) akan segera dilakukan pada kuartal pertama 2014. Untuk pengerjaan proyek ini perseroan menggandeng PT Angkasa Pura dan PT Pelindo. “Di proyek ini saham kita mayoritas, sekitar 51%. Sedangkan dananya masih dalam perhitungan,” katanya di Jakarta, Kamis (5/12).

Dengan porsi kepemilikan mayoritas dalam proyek ini, kata dia, kinerja dari pembangkit akan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Adhi Karya. Adapun pendanaannya sendiri nantinya bersumber dari kas internal dan perbankan. “Kita keluarkan Rp40 miliar dari kas internal,” ujarnya.

Sementara di tahun depan, sambung dia, perseroan telah menyiapkan dana belanja modal sebesar Rp879 miliar, naik 30% dibanding realisasi dana belanja modal tahun ini 680 miliar. Selain ekspansi di sektor tersebut, perseroan saat ini juga tengah agresif melakukan pengembangan usaha di sektor properti melalui anak usahanya, Adhi Persada Properti (APP). Rencananya, APP akan mengembangkan berbagai proyek antara lain tower apartemen kelas menengah dan menengah atas, mix-use building, dan high-end offices.

Oleh karena itu, anak perusahaan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Untuk itu, pihaknya siap menyuntikkan dana belanja modal (capital expenditure/Capex) sekitar Rp860 miliar pada tahun 2014. “Capex di 2014 direncanakan sekitar Rp860 miliar, untuk mendukung berbagai proyek pada lini bisnis properti, real estate, dan investasi infrastruktur.” ujarnya.

Beberapa proyek pengembangan properti yang telah dilakukan antara lain Apartemen Salemba Residences, Menara MTH, Gedung Adhi Graha, Apartemen Melati Margonda, Apartemen Grand Dhika City Bekasi, Apartemen Taman Melati Jatinangor. Sementara untuk proyek yang digarap anak usaha lainnya, Adhi Persada Realti (APR), antara lain Mal Cimone City, Mal Mandau City, Perumahan Taman Dhika Sidoarjo Kota, dan proyek real estate lainnya. Proyeksinya, dari target laba bersih sebesar Rp402,2 miliar di tahun ini pun, sekitar 50% akan berasal dari properti dan real estate.

Pelemahan Rupiah

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mengatasi pelemahan rupiah pihaknya memiliki tim optimalisasi value engineering di setiap lini. Tim tersebut bekerja saat ada penurunan nilai rupiah pada tahun berjalan. Sehingga dengan kebedaraan tim ini, efektif bisa meminimalisasi membengkaknya biaya konstruksi dalam beberapa waktu belakangan. “Kenaikan kurs dolar jelas berpengaruh kepada proyek konstruksi. Tapi kami punya cara untuk meminimalisir,” jelasnya.

Menurut Kiswo, yang paling ditakuti dari pelemahan rupiah ini adalah kelangsungan proyek-proyek yang sedang berjalan. Namun, tidak akan menghambat keberadaan proyek-proyek baru. Pasalnya, perseroan selalu mengupdate komponen harga bahan baku di setiap awal proyek. Selain itu, perseroan juga selalu memasukkan faktor risiko ketika melakukan penawaran proyek baru.

Namun, dia menegaskan, pelemahan nilai tukar rupiah tidak akan terlalu terasa di sektor properti. Hal tersebut dikarenakan harga bahan baku akan dibebankan kepada konsumen atau pihak-pihak yang membeli properti. (lia)

Related posts