Obligasi Tower Bersama Naik Jadi Rp 740 Miliar - Dampak Kelebihan Permintaan

NERACA

Jakarta – Lantaran mendapatkan respon positif dari investor dan tingginya permintaan pasar atas obligasi yang diterbitkan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), menjadi landasan bagi perseroan untuk menaikan nilai obligasinya menjadi Rp740 miliar. Sebelumnya, perseroan menetapkan menetapkan harga untuk penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tower Bersama Infrastructure Tahap I tahun 2013 (Obligasi TBIG I Tahap I) sebesar Rp550 miliar, namun pihak perseroan mengklaim ada banyak permintaan sehingga menambah porsi obligasinya menjadi Rp740 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (5/12). Total penerbitan Obligasi TBIG I Tahap I sebesar Rp740 miliar ini terdiri dari dua seri yaitu Seri A dengan nilai sebesar Rp550 miliar yang ditawarkan pada tingkat kupon tetap 9% untuk tenor 370 hari kalender.

Sedangkan Seri B dengan jumlah Rp190 miliar yang ditawarkan pada tingkat kupon tetap 10% untuk tenor 3 tahun. Kupon untuk kedua seri ini dibayarkan setiap kuartal dan Obligasi TBIG I Tahap I setara kewajiban senior tanpa jaminan khusus dari TBIG. Perseroan berencana mengunakan dana dari penawaran ini, setelah dikurangi biaya penerbitan untuk pembayaran sebagian kewajiban finansial dari entitas anak usaha perseroan sekitar 50% dan sisanya untuk keperluan belanja modal.

CEO TBIG Hardi Wijaya Liong menyatakan, debut penawaran obligasi rupiah ini mendiversifikasi sumber pendanaan perseroan. Dia menyebutkan arget awal penerbitan sebelumnya adalah Rp500 miliar, namun mempertimbangkan banyaknya permintaan, perseroan memutuskan untuk meningkatkan menjadi Rp740 miliar,”Kami berharap dapat terus menerbitkan obligasi Rupiah untuk keperluan pendanaan di masa yang akan datang”, katanya.

Obligasi TBIG I Tahap I ini juga telah memperoleh peringkat AA- dari Fitch Indonesia. Perseroan telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk Obligasi TBIG I Tahap I dan obligasi ini akan terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Perseroan berencana menginvestasikan sekitar Rp 500-550 miliar untuk membangun 500 tower. Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan, bahwa nilai investasi untuk membangun 1 tower, perseroan harus mengeluarkan dana investasi sekitar Rp 1-1,1 miliar. Perseroan akan mendapatkan dnaa belanja modal dari obligasi yang diterbitkan, yang sebelumnya ditargetkan sebesar Rp500 miliar.

Dalam mencari pendanaan, pihaknya tidak hanya mengandalkan penerbitan Obligasi. Perseroan juga akan menggunakan kas internalnya dan pinjaman perbankan guna mencapai tujuannya membangun 500 tower hingga akhir tahun ini.

Pembangunan 500 tower tersebut diperkirakan memakan waktu selama 6 bulan dan akan dimulai pembangunannya pada akhir Desember ini. Pihak perseroan menyatakan tower yang akan dibangun dengan dana Obligasi tersebut sudah memiliki penyewa, yaitu perusahaan telekomunikasi seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi ini, hingga 30 September 2013 memiliki dan mengoperasikan 9.830 sites dengan 16.017 penyewaan. TBIG adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Saratoga Capital dan Provident Capital. (nurul)

BERITA TERKAIT

KOTA SUKABUMI - Bang Japar Siap Berjuang Bersama Umat

KOTA SUKABUMI Bang Japar Siap Berjuang Bersama Umat NERACA Sukabumi - Pengurus Inti Ketua, sekretaris dan Bendahara (KSB) organisasi Kebangkitan…

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

PUB Obligasi BRI Meleset dari Target - Mempertimbangkan Sisa Waktu

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan kondisi pasar yang tidak bakal menyerap seluruh obligasi, PT Bank BRI (BBRI) menyatakan telah menghentikan kegiatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…