IHSG Akhir Pekan Diharapkan Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah 24,408 poin (0,59%) ke level 4.216,894. Sementara Indeks LQ45 turun 4,829 poin (0,69%) ke level 698,947. Pelemahan indeks BEI ini bertolak belakang dengan rupiah yang sebaliknya ditutup menguat di posisi Rp 11.930 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.955 per dolar AS.

Rupanya pelemahan indeks BEI dipicu sentimen negatif bursa Asia yang semuanya ditutup melemah,”Dalam tiga hari terakhir ini IHSG mengalami penurun dengan nilai transaksi relatif tipis dibawah Rp4,2 triliun dipicu tren koreksi dari bursa global sehingga bursa saham domestik ikut terseret,”kata analis Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio di Jakarta, Kamis (5/12).

Dia menambahkan, pelemahan bursa global itu dipengaruhi spekulasi pengurangan stimulus (tapering off) sehingga pelaku pasar cenderung keluar dari pasar saham dan mengalihkan ke aset "safe haven" seperti dolar AS. Diharapkan, indeks BEI Jum’at akhir pekan mengalami penguatan secara teknikal.

Kendatipun demikian, pelaku pasar diminta untuk tetap mewaspadai tekanan yang terjadi pada mata uang rupiah karena trennya masih dalam area pelemahan. Maka dengan pertimbangan tersebut, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak di kisaran harga 4.143-4.315 poin.

Sementara Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menambahkan, faktor kekhawatiran "tapering off" masih menyulitkan bagi indeks BEI menguat. Dirinya mengharapkan, beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah seperti mendorong 11 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera masuk ke pasar, apabila terjadi goncangan saat diberlakukan "tapering off" mampu meredam kekhawatiran.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga akan menerapkan protokol manajemen krisis dan stabilisasi dana (bond stabilization fund). Pada perdagangan kemarin, indeks sempat meluncur hingga ke posisi terendahnya di 4.186,944. Aksi jual ini dilakukan oleh hampir seluruh investor, baik lokal maupun asing.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 114.345 kali pada volume 3,393 miliar lembar saham senilai Rp 3,882 triliun. Sebanyak 73 saham naik, sisanya 160 saham turun, dan 111 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih tak berdaya di zona merah sampai penutupan perdagangan. Tak satu pun bursa yang bisa menguat padahal diawal masih ada yang sempat menguat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 39.600, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.000 ke Rp 24.050, Asahimas (AMFG) naik Rp 400 ke Rp 7.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 18.900. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoena (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 63.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 29.650, Inti Agri (IIKP) turun Rp 450 ke Rp 1.360, dan Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 27.500.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 41,429 poin (0,98%) ke level 4.199,873. Sementara Indeks LQ45 anjlok 8,630 poin (1,23%) ke level 695,146. Indeks sempat masuk zona hijau di awal perdagangan, tapi itu pun hanya naik satu poin ke level 4.242,105 sebelum akhirnya terkena koreksi sampai meluncur tajam di teritori negatif.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 67.124 kali pada volume 1,869 miliar lembar saham senilai Rp 1,919 triliun. Sebanyak 67 saham naik, sisanya 159 saham turun, dan 83 saham stagnan. Seluruh bursa regional akhirnya jatuh juga ke zona merah setelah diawal bergerak variatif. Bursa Efek Indonesia (BEI) memimpin pelemahan dengan koreksi hampir satu persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 23.350, Garda Tujuh (GBTO) naik Rp 190 ke Rp 970, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 150 ke Rp 6.050, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 100 ke Rp 18.700. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoena (HMSP) turun Rp 750 ke Rp 63.750, Selamat Sempurna (SMSM) turun Rp 375 ke Rp 3.225, Unilever (UNVR) turun Rp 350 ke Rp 25.450, Jembo Cable (JECC) turun Rp 275 ke Rp 2.250.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 3,29 poin atau 0,08% menjadi 4.238,01, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,84 poin (0,12%) ke posisi 702,93,”Bursa saham Asia, termasuk IHSG BEI dibuka melemah melanjutkan koreksinya dalam tiga hari terakhir seiring minimnya sentimen positif baru dan pasar 'wait and see' hasil pertemuan bank sentral Eropa (ECB)," kata analis Samuel Sekuritas, Adrianus Bias.

Dia menambahkan, spekulasi pasar terkait pengurangan stimulus (tapering off) the Fed juga masih menjadi kekhawatiran pasar setelah beberapa data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi seperti data "employment change" dan penjualan rumah baru.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 59,43 poin (0,25%) ke posisi 23.669,27, indeks Nikkei-225 turun 50,21 poin (0,34%) ke 15.356,31 dan Straits Times melemah 20,64 poin (0,65%) ke posisi 3.139,96. (bani)

Related posts