BEI Berguru Dengan Pasar Modal Korea - Tertinggal Dalam Teknologi

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui pasar modal Korea tumbuh sangat baik dibandingkan Indonesia. Oleh karena itu, pasar modal Indonesia harus belajar dengan bursa yang ada di Korea untuk mengejar ketertinggalan.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, pasar modal Korea memiliki keunggulan dalam penggunaan teknologi dan infrastruktur yang ada di bursa Korea yang dinilai lebih maju ketimbang di Indonesia. Maka dalam rangka mengejar ketertinggalan tersebut, pasar modal Indonesia akan terus menjalin kerjasama dengan bursa Korea,”Indonesia sendiri banyak mencontoh ruang lingkup bisnis yang ada di Korea, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ada di Indonesia mencontoh lembaga serupa yang ada di Korea. Kita ingin meningkatkan kerjasama itu terus menerus,”ujarnya di Jakarta, Kamis (5/12).

Tidak hanya itu, kata Ito, jumlah investor pasar modal di Korea lebih banyak dibandingkan jumlah investor pasar modal Indonesia. Padahal jumlah penduduk di negeri ginseng tersebut lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk di Indonesia.

Menurutnya, melihat kemajuan pasar modal di Korea, Indonesia dinilai belajar dari perusahaan sekuritas yang ada di Korea,”Perusahaan sekuritas di Korea dalam meningkatkan jumlah nasabahnya memanfaatkan kemajuan teknologi elektronik, salah satunya dari sistem internet. Selain itu, penduduknya mendukung peningkatan kinerja bursa disana dan ini yang harus kita contoh,”tandasnya.

Selain teknologi informasi yang lebih baik, ada beberapa hal lain yang bisa dipelajari dan mungkin diterapkan di Indonesia. Seperti pasar modal Korea yang mampu memfasilitasi investornya, Korea mampu membuat pasar sahamnya efisien. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan bursa Korea dalam memperdagangkan obligasi, sedangkan Indonesia masih belum.

Ito menilai, perdagangan obligasi di bursa adalah hal yang mungkin bisa dipelajari karena akan bermanfaat dari segi transparansi dan efisiensi pasar. Sementara Kepala Eksekutif Perusahaan (CEO) KDB Daewoo Securities, YuSong Oh menyatakan, PT KDB Daewoo Securities Indonesia akan terus mengembangkan potensi investor di Indonesia dengan menargetkan pangsa pasar 5,5% pada 2017.

Dia menyebutkan, saat ini pangsa pasarnya di industri sekuritas baru 3,4%. Pengembangan ini rencananya akan dilakukan dengan berbagai upaya. Namun, pihak Daewoo menyatakan akan terus fokus pada bisnis ritel online.“Bisnis ritel online yang dikelola perseroan merupakan yang terbaik di Indonesia. Ke depan, perseroan juga akan menggarap bisnis offline”, katanya.

Namun, dia tidak menyebutkan kapan Daewoo Indonesia akan mengggarap bisnis online karena pihak Daewoo perlu melakukan kajian khusus sebelum meluncurkannya. Pihaknya juga tengah memproses untuk mengembangkan mutual fund asset dan berencana mengembangkan bisnis asset management.

Kata YuSong Oh, Indonesia dinilai sebagai negara yang memiliki potensi investasi besar. Dengan pengetahuan dan infrastruktur yang dimiliki Korea, diharapkan dapat mengembangkan pasar modal Indonesia. Dia sendiri mengakui bahwa pasar modal Korea tidak jauh berbeda dengan Indonesia sebelum krisis ekonomi 1997 melanda. (nurul)

Related posts