Siapa Mau Jadi Sukarelawan?

Oleh: Kencana Sari, SKM., MPH

Peneliti di Balitbang Kesehatan

Kemarin 5 Desember diperingati sebagai Hari Sukarelawan Dunia. Berbagai kontribusi sukarelawan melalui organisasi non pemerintahan dalam memerangi kemiskinan, kelaparan, penyakit, buta huruf, degradasi lingkungan, dan diskriminasi wanita dicatat. Bisa organisasi dapat pula individu. Hadirnya sukarelawan memberikan perubahan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Menjadi sukarelawan juga mendapat keuntungan kesehatan bagi dirinya sendiri. Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin individualis, jarak antar individu di masyarakat pun melebar. Masing-masing tenggelam dalam dunianya dan terlena dengan kecanggihan teknologi. Hubungan dengan teknologi seakan lebih berarti dibandingkan hubungan antarindividu. Dahulu percakapan ketika sedang menunggu di suatu tempat atau di kendaraan umum jamak terjadi. Ngobrol satu sama lain walaupun belum pernah saling mengenal sebelumnya. Kini bahkan kala berkumpul dengan saudara pun, semua sibuk dengan gadget-nya.

Masyarakat mempunyai social capital yang semakin rendah, padahal hal ini berdampak buruk terhadap kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan, rasa saling memiliki dan partisipasi di masyarakat berhubungan dalam peningkatan status kesehatan.

Dengan menjadi sukarelawan, rasa saling mengasihi tumbuh dan meningkatkan empati kita kepada orang lain yang menderita tanpa mengharapkan imbalan. Penelitian juga menunjukkan bahwa menjadi sukarelawan berdampak positif terhadap penurunan tingkat depresi, kepuasan hidup dan kesejahteraan seseorang. Menjadi sukarelawan dapat menurunkan risiko kematian. Walaupun belum jelas hubungan pasti antara menjadi sukarelawan dengan status kesehatan tetapi jelas bahwa menjadi sukarelawan dapat member dampak positif terhadap kesehatan mental dan bertahan hidup menghadapi suatu masalah.

Menjadi sukarelawan juga mungkin salah satu cara memanfaatkan waktu luang yang kita punya. Mengurangi rasa tidak berharga.Ditengah peningkatan jumlah lansia dan umur harapan hidup, menjadi sukarelawan adalah salah satu jalan keluar untuk dapat mempertahankan kesehatan dan kualitas hidup. Namun pertanyaannya adalah, kemana harus mendaftarkan diri dan lembaga mana saja yang menerima sukarelawan belum banyak tersedia jawabannya. Sesuai dengan minat dan kemampuan kita.

Disamping itu budaya menjadi sukarelawan belum terpatri pada bangsa ini walau tolong menolong menjadi urat dalam kehidupan kita namun tetap perlu dipelihara agar tidak luntur seiring dengan berubahnya jaman. Marilah mulai membudayakan diri menjadi sekarelawan. Namun demikian, diperlukan dukungan dengan berbagai bentuk organisasi yang terbuka menerima sukarelawan, informasi yang lebih mudah diakses tentang bagaimana bisa seseorang bisa menjadi sukarelawan.

Jiwa sukarelawan juga penting ditumbuhkan di dunia pendidikan dengan mengintegrasikan antara masalah sosial ekonomi yang ada dan uluran tangan yang diberikan. Konkretnya, hendaknya setiap setiap perguruan tinggi misalnya, mendorong mahasiswanya untuk berperan serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat di lapangan melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga pelaksana kegiatan. Adanya acara pemberian tanda jasa terhadap mereka yang aktif sebagai sukarelawan juga dapat memicu minat seseorang menjadi sukarelawan.

BERITA TERKAIT

Siapa Itu Intelektual?

  Oleh: Pande K. Trimayuni, Co-writers buku “Activist as A Thinker and Practitioner, ARENA, Hong Kong, 1999. Member, Asian Public…

Rezim Devisa Bebas, Siapa Menikmati?

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Indonesia dan juga negara-negara lain di dunia pada dasarnya menjadi anggota klub…

"Middle Income Trap", Siapa Takut?

Oleh: Pril Huseno Indonesia diprediksi tidak akan bisa lepas dari jebakan sebagai negara berpendapatan menengah (middle income trap), jika tidak…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Terdistorsinya Ruang Pasar yang Luas

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Ruang pasar (market space) adalah ruang "tanpa batas" secara ketika the world…

Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah

Oleh : Agus Yuliawan  Pemerhati Ekonomi Syariah Allhamdulilah dalam debat terakhir capres dan cawapres yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum…

Ilusi Pertumbuhan Dua Digit

Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF Saat debat kelima Pilpres 2019, salah satu Paslon mengutarakan keinginan untuk memperbaiki ekonomi hingga tumbuh…