Bank Permata Persembahkan Edugame - Pendidikan Keuangan Sejak Dini

NERACA

Saat ini terdapat sekitar 2,2 miliar anak di dunia, tetapi kurang dari 1% yang memiliki akses kepada edukasi keuangan dan keuangan inklusif. Berdasarkan data Visa barometer Global Finance 2012, orangtua Indonesia hanya membicarakan topik keuangan bersama anak-anaknya selama lima hari dalam setahun.

Survei Bank Dunia juga megatakan tingkat keterdidikan keuangan di Indonesia berada di angka 20%, tertinggal di bawah Filipina pada angka 27% dan jauh di bawah Malaysia 66%, Thailand 73%, serta Singapura 98%.

Merasa terpanggil dan memiliki tanggung jawab untuk turut mendorong peningkatan taraf pendidikan bagi keuangan anak-anak Indonesia, Bank Permata belum lama ini meluncurkan program “financial literacy Corner-Bintang Edugame” di SDN 15 Pagi karet Tengsin Jakarta.

Direktur Utama Bank Permata David Fletcher menuturkan, “financial literacy Corner-Bintang Edugame” merupakan sebuah program Corporate Social Responsibility (CSR) PermataHati di bidang pendidikan yang mengajarkan dasar-dasar pengetahuan keuangan (tentang uang dan perbankan) melalui permainan komputer.

“Kami memperkenalkan program “Financial Literacy Corner-Bintang Edugame”, sebagai salah satu program CSR inovatif yang kami dedikasikan bagi anak-anak dari komunitas di lingkungan sekitar kami terutama pada usia dini, 5-12 tahun,” kata David Fletcher.

Melalui edugame ini diharapkan anak-anak mudah mengerti tentang dunia financial literacy. Di dalamnya ada pembelajaran tentang penggunaan uang dalam kehidupan sosial. Selain meningkatkan akses kepada edukasi keuangan dan keuangan inklusif bagi anak-anak, program ini juga merupakan bentuk dukungan Permata Bank terhadap gerakan ”Ayo Ke Bank” yang dicanangkan oleh Bank Indonesia.

“Adapun fokus kami di bidang literacy keuangan karena Bank Permata merupakan lembaga keuangan dan itu adalah suatu hal yang kami kuasai dan kami ingin membaginya kepada masyarakat,” ujar Head CSR Bank Permata Furiyanti menambahkan.

Hadir dalam acara peluncuran tersebut Direktur Eksekutif Divisi Humas Bank Indonesia Difi A. Johansyah, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wahyu Hartomo.

”Kami sangat berterima kasih kepada Permata Bank dengan bantuan 10 komputer. Kebetulan kami mempunyai program perbaikan sekolah berkelanjutan, Permata Bank memberikan bantuan mulai dari laboratorium komputer dengan mengganti 10 komputer yang sebelumnya dengan software yang lebih canggih lagi. Dan juga memberikan pelatihan-pelatihan peluncuran Financial Literacy Corner-Bintang Edugame kepada guru-guru disekolah ini. Selain itu ada juga perpustakaan keliling yang disediakan oleh Permata Bank”, ungkap Kepala SDN 15 Karet Tengsin Jakarta Maryatul Kiftah.

BERITA TERKAIT

Bakal Diakuisi Bank Korea - Crossing Bank Agris Capai Rp 1 Triliun

NERACA Jakarta – Santernya rencana PT Bank Agris Tbk (AGRIS) bakal diakuisisi perusahan perbankan asal Korea, mendorong terjadinya terjadinya aksi…

Bank BUMN Minta Pengaturan Bunga Deposito

      NERACA   Jakarta - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan…

Bank BTPN Catatkan ESOP 45 Ribu Saham

NERACA Jakarta – Dukung pendalaman industri pasar modal dan juga menggenjot pertumbuhan investor pasar modal, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tingkatkan Kesejahteraan Pemuda Greol - Allianz Bantu Program Budidaya Lele Organik

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), Allianz Indonesia, melalui Yayasan Allianz Peduli, dan EDU Foundation…

Peduli Korban Tsunami Selat Sunda - Chandra Asri Bantu Dana Kemanusiaan Rp 2 Miliar

Peduli korban tsunami Selat Sunda, perusahaan petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terkena…

Ciptakan Kemandirian Ekonomi - Citi Gelar Literasi Keuangan Bagi Anak Muda

Memacu pertumbuhan literasi keuangan di kalangan anak muda untuk kemandirian finansial, Citi Indonesia bersama Indonesia Bussiness Link (IBL) menggelar program…