Ambisi Telekom Indonesia Kuasai Pasar Internasional

NERACA

Jakarta- Agresifnya ekspansi yang dilakukan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk masuk kesejumlah dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kinerjanya menjadi perusahaan global. Saat ini, perseroan melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) telah masuk ke Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Malaysia, Taiwan, dan Myanmar.

Director of Human Capital Management PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Priyantono Rudito mengatakan, perseroan berharap dapat menjadi 100 perusahaan telekomunikasi terbesar dunia. Melalui Telin, perseroan telah menerbitkan Kartu As 2in1 di Hong Kong pada 2012, dan hingga kini telah memiliki 60.000 pelanggan.

Keberhasilan tersebut, kata dia, menempatkan Kartu As menguasai layanan telekomunikasi internasional. Targetnya, pada tahun depan, perseroan dapat menjadi pemain utama layanan telekomunikasi internasional di Hong Kong. “Market share Telkom untuk layanan telekomunikasi internasional di Hongkong menempati urutan kedua.” katanya di Jakarta, Rabu (14/12).

Selain Hong Kong, sambung dia, perseroan juga melakukan pengembangan usaha ke Malaysia, dan Timor Leste. Di Timor Leste perseroan menjadi salah satu operator telekomunikasi yang mendapat lisensi pembangunan insfrastruktur dan layanan telekomunikasi. Bahkan, dengan brand Telkomsel diharapkan dapat menyaingi dominasi Timor Telecom.

Menurut dia, untuk pengembangan usahanya ini perseroan menyiapkan dana kurang dari US$50 juta hingga 2015. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur jaringan 2G dan 3G di Tomor Leste.

Agresifnya pengembangan usaha yang dilakukan perusahaan telekomunikasi ini disebut sebut untuk memenuhi target pendapatan tahun ini sebesar Rp 80 triliun, “Tahun 2013, perseroan menargetkan pendapatan Rp 80 triliun dan untuk itu, kita akan memperluas pasar ke luar negeri dan termasuk ekspansi ke 10 negara,” kata Direktur Enterprise and Wholesale Telkom, Muhammad Awaluddin.

Menurut dia, negara yang sudah jajaki dalam ekspansi bisnis perseroan diantaranya Timor Leste, Australia, Singapura dan Hongkong. Sementara untuk negara lainnya yang baru akan dijajaki antara lain Makau, Taiwan, Korea, Arab Saudi dan Myanmar yang saat ini tengah mengikuti tender seluler.

Saat ini, sambung dia, pihaknya terus melakukan ekspansi untuk mendukung kinerja perusahaan. Sebelumnya, Manajemen Telkom menyampaikan bahwa Telkom masih on the right track untuk mengejar lisensi telekomunikasi di Myanmar demi melancarkan niatan ekspansi bisnis di kawasan regional Asia.

Pernyataan ini merupakan jawaban atas tak masuknya nama Telkom dalam tender telekomunikasi di Myanmar. Dilansir oleh sejumlah media asing bahwa operator yang masuk dalam perburuan dua lisensi seluler itu hanyalah Airtel (India), Singapore Telecommunications (SingTel/ Singapura), Singapore ST Telemedia (STT/ Singapura), Axiata (Malaysia), dan Telenor (Norwegia).

Related posts