Tahun Depan, Bank DKI Targetkan Buka 76 Kantor

NERACA

Jakarta - Guna memperluas penetrasi pemasaran produknya, PT Bank DKI menargetkan membuka 76 kantor layanan, baik di luar kota maupun Jabodetabek pada 2014. Hal ini kian mempertegas tekad Bank DKI untuk menjadi bank umum berskala nasional. Demikian disampaikan Direktur Operasional Bank DKI, Martono Soeprapto saat membuka kantor Bank DKI setingkat Cabang Pembantu di wilayah Tomang, Jakarta, Rabu (4/12).

Dia menuturkan bahwa rencana pembukaan 76 kantor tersebut terdiri dari 37 kantor layanan dan 39 kantor fungsional. “Bank DKI akan membuka kantor baru di luar Jabodetabek, yakni di Balikpapan, Papua, Medan dan Gresik serta 2 Cabang Syariah di Surabaya dan Bandung” ujar Martono.

Sementara untuk kantor fungsional, Bank DKI akan menetakkan pada titik-titik strategis di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Klaten, Pekanbaru dan juga Palembang. Bank DKI juga akan memperkuat jaringan di wilayah Jabodetabek, guna menjaga captive market yang dimiliki oleh Bank DKI.

“Seperti di wilayah Tomang ini, Bank DKI membuka kantor setingkat Cabang Pembantu karena memang lokasinya yang strategis sebagai penghubung wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat serta wilayah Tomang merupakan zona perkantoran dan pemukiman,” ujarnya. Martono juga menambahkan pengoperasian kantor Bank DKI Cabang Pembantu Tomang yang berlokasi di Jl. Tomang Raya No. 10 A Blok B ini sudah mendapatkan persetujuan Bank Indonesia No. 15/263/DPIP pada 19 November 2013.

Dengan diresmikannya kantor Capem Tomang, total jaringan kantor Bank DKI sudah berjumlah 217 jaringan kantor yang terdiri dari 26 cabang konven, 2 cabang syariah, 44 capem konven, 8 capem syariah, 99 kantor kas konven, 7 kantor kas syariah dan 31 payment point.

Angka psikologis

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Bank DKI, Benny Santoso, menjelaskan target ekspansi jaringan Bank DKI ini sangat penting untuk mendukung pencapaian target kinerja 2014 mendatang. Bank DKI menargetkan angka psikologis, yakni pencapaian laba sebelum pajak

sebesar Rp1 triliun. Guna meningkatkan efesiensi, Benny menambahkan bahwa Bank DKI akan menutup beberapa kantor kas yang tidak optimal potensinya.

Kinerja Bank DKI terus menunjukkan tren yang meningkat. Per Oktober 2013, Bank DKI mampu mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp672,24 miliar atau mengalami lesatan pertumbuhan sebesar 113,24% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit sebesar 39,14% (year on year/yoy) dari Rp13,63 triliun pada periode Oktober 2012 menjadi Rp18,96 triliun pada periode Oktober 2013.

Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank DKI per Oktober 2013 tercatat sebesar Rp24,22 triliun per Oktober 2013, naik sekitar 5,5% (YoY) dari periode sebelumnya. Total asset Bank DKI periode Oktober 2013 berada pada posisi Rp29,96 triliun.

Gunakan ATM Bank DKI

Menanggapi ramainya sejumlah Kantor Cabang Bank DKI dalam melaksanakan pencairan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP), Bank DKI menghimbau nasabah pelajar yang mendapatkan Kartu Jakarta Pintar untuk melakukan pencairan dana KJP tersebut melalui ATM Bank DKI. “Apalagi menggunakan KJP di ATM Bank DKI tidak dikenakan biaya atas penarikan tunai,” tegas Martono.

Selain melalui ATM, pencairan dana KJP tidak hanya dapat dilakukan di cabang penerbit kartunya saja, tetapi dapat dilakukan di seluruh Kantor Layanan Bank DKI karena KJP sudah terintegrasi secara online. Bank DKI pun sudah melakukan pengaturan penjadwalan dengan pihak sekolah-sekolah di DKI Jakarta melalui cabang-cabang agar proses pencairan dana tersebut berjalan lebih tertib.

Sepanjang tahun ini, Bank DKI sudah mendistribusikan Kartu Jakarta Pintar sebanyak 265.327 pelajar dalam 2 tahap dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp153,77 miliar. Untuk tahap ketiga sebanyak sekitar 150 ribu saat ini sedang diproses secepatnya agar cepat mendapatkan kartu ATM Bank DKI. [ardi]

Related posts