Semakin Dini Berinvstasi Saham, Semakin Baik

NERACA

Investasi saham sangat bagus jika dilakukan sedini mungkin. Mengapa? Pasalnya, banyak alasan orang tidak memulai berinvestasi, seringkali karena ingin bersenang-senang dimasa mudanya. Namun, setelah masa lajangnya berakhir, dan mulai menikah, pada saat itu orang akan mulai beralasan tidak memiliki cukup uang untuk berinvestasi lantaran habis untuk keperluan rumah tangga dan lain sebagainya. Lalu apa solusinya?

Menanggapi hal tersebut, praktisi pasar modal, Ellen May menuturkan, memberikan edukasi finansial dan investasi kepada anak-anak adalah solusi yang sangat penting. Pasalnya, edukasi finansial tidak didapatkan disekolah.

“Semakin dini berinvestasi saham semakin baik. Mulai biasakan anak-anak untuk menyisihkan uang saku untuk membeli sebuah saham yang difensif untuk jangka panjang. Secara rutin tiap bulan, sehingga menjadi kebiasaan bagi anak untuk “menabung” saham,” ujar dia.

Unntuk tujuan “menabung” saham, lanjut Ellen, sebaiknya pilih saham-saham difensif yang cenderung terus dibutuhkan oleh masyarakat dalam jangka panjang seperti saham sektor konsumer daan farmasi, seperti PT. Kalbe Farma Tbk, saham emiten pakan ternak, atau emiten pengelola jalan tol PT Jasa Marga.

“Untuk keperluan investasi jangka panjang hindari saham-saham komoditas. Saham perusahaan CPO atau pertambangan yang cenderung bersifat musiman, lebih cocok untuk trading jangka pendek,” jelas wanita yang juga penulis buku best seller “smart traders not gamblres” ini

Satuan Perdagangan Saham

Dalam bertransaksi saham, calon investor tidak membeli saham secara satuan atau perlembar. Namun menggunakan satuan Lot, dimana satu Lot terdiri dari 500 lembar saham. Jika ada saham sebuah perusahaan Y adalah Rp 5 ribu, maka total nilai saham perusahaan tersebut adalah Rp500 x 500 = Rp 2.5 juta. Jumlah inilah yang dibayarkan oleh investor ketika membeli 1 lot saham seharga Rp5 ribu per lembar. Pada kasus tertentu, jumlah saham bisa menjadi ganjil atau kurang dar 500 lembar dan disebut Odd Lot (abaikan untuk transaksi biasa/normal).

Ada wacana dari Bursa Efek Indonesia untuk mengubah satuan Lot dari 1 Lot yang semula 500 lembar menjadi 1 Lot sebanyak 100 lembar. Perubahan tersebut dimaksudkan agar dapat mendongkrak likuiditas dan minat investor bermodal kecil untuk dapat turut berinvestasi saham.

Perdagangan saham ditransaksikan dengan sistem lelang. Bid adalah harga dalam antrian beli. Sedangkan offer adalah harga dalam antrian jual. Jumlah Lot pada Bid menunjukkan banyaknya antrian beli. Jumlah Lot pada offer menunjukkan banyaknya saham yang akan dijual.

Related posts