Minim Pelatih Yang Berkompeten - KONI-Kemdikbud Dirikan Akornas

Prestasi atlet nasional di bidang olahraga dan pendidikan harus sejalan. Untuk itu, Kemdikbud bersama KONI saat ini sedang menjajagi kerja sama mendirikan akademi olahraga nasional (AKORNAS)

NERACA

2013 bisa dikatakan sebagai kebangkitan atas prestasi-prestasi atlit nasional. Gelora semangat para atlit yang telah lama tertidur kini terbangun, prestasi pun diraih dengan membanggakan. Lihat saja dicabang olahraga sepak bola yang telah lama tidak meraih gelar membanggakan, baru-baru ini memberikan harapan atas masa depan yang baik.

Seperti diketahui, tim sepak bola muda nasional berhasil menjuarai turnamen AFF pada babak penyisihan Piala Asia U-19 dimana dalam turnamen tersebut, tim Merah Putih Garuda Muda U-19 berhasil meraih kemenangan gemilang atas juara bertahan Korea Selatan. Alhasil, keberhasilan ini membuat masyarakat yang pada awalnya begitu pesimis dengan prestasi dan skil yang dimiliki atlet Indonesia, sontak berubah.

Bayangkan apabila kemampuan-kemampuan tersembunyi yang dimiliki para atlit ini disokong dengan bekal pengetahuan yang luas dari para pelatih mereka. Dapat dipastikan, kedepannya masyarakat Indonesia tidak lagi mengidolakan para atlit dari luar negeri, namun dari negerinya sendiri.

Bagaimana pun juga, potensi para atlit dapat terdongkrak jika dibimbing oleh pelatih-pelatih yang berkompeten. Sayangnya, disaat para atlit mulai bangkit, Indonesia menghadapi pasang surut dalam hal kepelatihan olahraga. Menanggapi hal tersebut, pemerintah pun melakukan terobosan-terobosan seperti membentuk lembaga pendidikan yang secara khusus mengembangkan olahraga, baik secara keilmuan maupun skill.

Hingga kini pemerintah telah membangun 44 pusat pendidikan dan latihan pelajar dan mahasiswa di seluruh Tanah Air. Sejak 2010, pemerintah telah mengembangkan Program Indonesia Emas atau Prima dalam upaya melahirkan atlet muda dan berprestasi di tingkat regional, kontinental, hingga internasional.

Demi menyadarkan Bangsa Indonesia akan pentingnya berolahraga, sekaligus memicu terciptanya prestasi olahraga, baru-baru ini pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berencana akan mendirikan akademi olahraga nasional (Akornas), pendidikan formal selama satu tahun.

Kerjasama yang dijajaki oleh Kemdikbud bersama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat ini direncanakan akan membuka tiga jurusan yaitu ilmu olahraga (sport science), menejemen olahraga (sport management), dan kepelatihan.

Ketua Umum KONI Tono Suratman menuturkan bahwa pendirian akademi olahraga ini untuk mempercepat proses menambah para pelatih-pelatih olahraga yang sekarang tersebar di 61 cabang olahraga. Tanpa langkah terobosan ini, kata dia, maka akan mengalami pasang surut dalam kepelatihan olahraga.

"Saat ini kesulitan karena tidak punya pelatih-pelatih handal dalam membuat program. Mereka umumnya hanya membuat jadwal latihan karena belum mengikuti pendidikan formal," kata dia di Kemdikbud, Jakarta belum lama ini.

Tono menjelaskan, setelah menyelesaikan pendidikan selama satu tahun mereka dapat melanjutkan ke jenjang diploma 2 (D2). Selanjutnya dapat menempuh dan menyelesaikan studi S1 dengan menambah dua tahun kuliah.

"Akademi ini direncanakan berdiri di lima kota yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta," ujar Tono.

Mendengar penjelasan ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, memberikan dukungan. Pihaknya dengan senang hati memberi izin operasional bagi Akornas termasuk menyiapkan beasiswa bagi calon mahasiswanya. Mendikbud yang akrab disapa Pak Nuh itu juga memamerkan model lembaga pendidikan sejenis yakni Sekolah Tinggi Olahraga di Palembang yang saat ini dalam tahap pembangunan.

“Kami dengan senang hati mendukung mulai izin operasional dan beasiswa buat siswanya," kata Nuh saat menerima audiensi Ketua Umum KONI Tono Suratman di Kemdikbud, Jakarta.

Mendikbud memberikan kebebasan mengenai bentuk lembaganya baik berupa akademi ataupun sekolah tinggi. Intinya, kata dia, sejalan dengan kebijakan pendidikan. " Silakan KONI wujudkan ide itu. Kami berikan kebebasan mengenai bentuk lembaganya baik berupa akademi ataupun sekolah tinggi. Lakukan secara bertahap dan bentuk tim teknis," jelaas dia.

Selama ini, lanjut Mendikbud, pihaknya secara konsisten menyelenggarakan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional. Dia berharap, agar pembinaan olahraga dibuat terintegrasi.

"Koordinasikan dengan Kemenpora," kata dia.

Mendikbud menambahkan, bersamaan dengan berlakunya Kurikulum 2013 pihaknya sedang menata dan membenahi sejumlah bidang seperti seni, budaya, dan olahraga. Khusus untuk pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes) akan dimasukkan ilmu pengetahuan olahraga. "Kita susun buku pelajaran tentang Penjaskes baik di SD, SMP, dan SMA," ungkap dia.

Related posts